Marak Alih Fungsi Lahan Sawah di Malaka

Saat ini di Malaka banyak terjadi praktek alih fungsi lahan atau konversi lahan pertanian, yaitu dari lahan sawah menjadi lahan pemukiman dan usaha. Pada hamparan sawah Harekakae, Desa Wahali terdapat bangunan perumahan dan usaha pada tanah bekas lahan sawah.

“Konversi lahan sawah ini akan mengganggu produksi padi. Harus ada aturan daerah untuk menjadikan lahan sawah abadi” demikian penyampaian Ketua Tim Pakar RPM, Dr Herry Kotta ketika ditemui di hamparan sawah Harekakae, Sabtu (26/1).

Pengamatan di lapangan khususnya di hamparan sawah Harekakae telah berdiri beberapa bangunan permanen berada di tepat jalan lokasi tersebut.

“Kedepan apabila sudah banyak bangunan berdiri didepan jalan ini, maka akses petani ke lahan sawah dibelakang akan sulit. Kesulitan ini akan menyebabkan mereka menjual lagi lahan sawah mereka” jelas Herry.

Faktor ekonomi menjadi alasan pemilik tanah menjual tanahnya. Kedepan dengan bekerjasama dengan bank, petani pemilik lahan sawah mendapat kredit untuk usahanya. Dengan mengikuti anjuran teknologi pertanian, maka produksi akan meningkat dan kesejahteraan petani akan membaik. Dengan demikian diharapkan praktek menjual tanah karena alasan ekonomi dapat ditekan dan lahan pertanian khususnya lahan sawah tetap terjaga. Demikian penjelasan dari Dr. herry. (boni)