Stefanus Seran :  Klunar sudah paten di hati saya

Stefanus Seran, petani padi sawah sekaligus ketua kelompok tani Luluran 1 Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah memberikan testimoni tentang pengalamannya dalam usahatani padi sawah.

“Dulu waktu tanam padi ikut pola lama, tanam acak saya dapat hasil gabah 3-3,5 ton untuk luas sawah saya 60 are. Tapi mulai dengan tanam Klunar (Kluan dan Naruk atau jajar legowo 2:1) produksi padi saya naik mencapai 8 ton pada luasan yang sama. Dengan hasil yang banyak tersebut saya senang karena bisa menghidupi keluarga saya dan saya bisa beli tanah, saya tetap tanam Klunar karena terbukti hasilnya luar biasa” cerita Stefanus ketika ditemui di hamparan Luluran, Wehali, Sabtu (26/1).

Stefanus didampingi PPL setempat Helena Bere menjelaskan bagaimana mengajak petani lain dalam kelompoknya agar menerapkan tata tanam Klunar.

“Kami membuat kesepakatan dalam kelompok, yang mendapatkan bantuan pupuk dari Dinas Pertanian Program RPM yaitu yang menerapkan tata tanam Klunar”.

Ketua Tim Pakar RPM, Dr. Herry Kotta, dan anggota tim pakar Dr.Ir. Tony Basuki menjelaskan kenapa pada luasan yang sama terjadi kenaikan hasil yang tinggi. Hal itu sebagai dampak dari adanya lorong dimana semua rumpun tanaman berada pada posisi pinggir. Tanaman yang berada di pinggir mendapatkan sinar matahari secara optimal.

“Setelah melihat dampak dari tanam jajar legowo, diharapkan semua petani bisa mengikuti tata tanam ini sehingga produksi bertambah dan pendapatan petani akan meningkat” jelas Herry.

Luas lahan kelompok tani Luluran 1 seluas 25 ha dengan jumlah anggota 47 orang. Saat ini pada hamparan Luluran sedang melakukan kegiatan menanam. Ketika ditemui di lapangan, terlihat tenaga upah menanam sementara menanam varietas Ciherang. Umur bibit padi 21 hari.

“Tenaga tanam itu kita yang atur, sehingga mereka harus ikut keinginan kita. Kita mau tanam Klunar, maka mereka harus ikut” jelas Stefanus Seran ketika ditanya kendala tenaga kerja ketika diminta menanam pola jajar legowo.

Saat ini pantauan di lapangan menunjukkan ada lahan yang sudah ditanami, ada yang belum menunggu tenaga tanam dan umur bibit untuk dipindahkan. (boni)