24 Anggota Yonif RK 744/SYB Bantu Warga Korban Banjir di Desa Bauho- Perbatasan Timor Barat

Atambua – Sebanyak 24 anggota Yonif RK 744/SYB bekerja sama dengan
anggota Kodim 1605 Belu dan Koramil 07/ Wedomu turba membantu warga korban banjir akibat amukan sungai Baukama di Desa Bauho, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste, Rabu (30/1-2019).
Komandan Yonif RK 744/SYB Letkol inf. Teuku Mustafa Kamal kepada wartawan mengatakan apa yang dilakukan merupakan bentuk kepedulian TNI bagi warga yang terdampak bencana di wilayah Timor Barat – Perbatasan RI-RDTL.

Bintara Teritorial Yonif RK 744/SYB, Sertu Haidir Ali  mengatakan kegiatan yang dilakukan di desa Baukama- Kecamatan Tastim- Kabupaten Belu akibat luapan Sungai Baukama yang menghantam wilayah desa itu, Selasa (29/1-2019)

” Setelah mendapat laporan warga terkait banjir itu Komandan Batalyon Infanteri RK 744/SYB memerintahkan 24 anggota Yonif RK 744/SYB yang dipimpim langsung oleh Letda inf Riki guna melaksanakan karya bakti di tempat rumah warga yang terkena bencana banjir”

” Kegiatan yang dilaksanakan antara lain :
-menarik kendaraan yang terguling pada saat banjir .
-membersihkan lumpur yang terdapat pada rumah warga.
-mengangkat prabotan rumah tangga di tempat korban banjir”.

” Kegiatan karya bakti itu disaksikan langsung Sekda Belu, Bapak Drs. Petrus Bere yang hadir dan langsung terjun ke lapangan dan meninjau rumah warga yang
terdampak banjir”

” Kegiatan yang sama dilakukan juga oleh anggota Kodim 1605 Belu dan Koramil 07 Wedomo yang dipimpin Danramil, Kapten inf Alex bersama Kapolsek Wedomo, Iptu Samsul R Arifin S.H. bersama anggota.

“Tidak ada korban jiwa dalam banjir itu. Banjir itu mengakibatkan 4 rumah warga terendam air dan lumpur, 1 orang kehilangan hewan ternak atas nama
Rubaim ( Perlengkapan rumah terseret banjir ),
Frengki Mbake ( perlengkapan rumah terseret banjir dan isi warung terseret banjir ), Nurcholis ( air masuk ke dalam rumah ),
Vincent ( air masuk ke dalam rumah ), Bertus ( hewan ternak ( sapi ) yang berjumlah 2 ekor 1 mati, 1 terbawa arus ”

“Kerugian lain, sawah milik masyarakat tertimbun batu dan pasir sehingga berpotensi gagal panen dan masyarakat mengalami kerugian yang cukup besar”.(boni)