Bupati Stef : RSPP Betun Akan Terapkan Sistem Rujukan Modern

Malaka -Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengemukakan salah satu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk 2-3 tahun mendatang adalah sistem rujukan modern. Sistem rujukan ini berbeda dengan sistem yang selama ini dijalankan oleh manajemen rumah sakit yakni pasien yang mendatangi rumah sakit dan dokter.

“Dalam sistem Rujukan Modern, orang sakit atau pasien tetap berada di tempat dan dokter ahli yang datang untuk menanganinya. Dengan kata lain, sistem ini mengharuskan orang sehat yang mendatangi orang sakit,” demikian kata Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran saat memberikan arahan dalam kegiatan Evaluasi Program Performance Management and Leadeship tingkat Kabupaten Malaka yang berlangsung di aula Kantor Bupati Malaka, Selasa (29/1).

Dikatakan Bupati Malaka yang juga mantan Kepala Dinas Provinsi NTT selama 13 tahun ini bahwa sistem rujukan yang ada sekarang memang sudah bagus tapi perlu dipikirkan sistem rujukan lain yang lebih berkualitas.

“Dan sekali lagi saya mau tegaskan bahwa Rujukan Modern akan menjadi sistem yang sudah harus diberlakukan sebagai salah satu inovasi bagi RSPP Betun,” ujarnya lagi.

Sehubungan dengan itu, mantan Kadis Kesehatan Sumba Timur ini mengutarakan serentak meminta kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka dan para Pimpinan Perangkat Daerah untuk memberikan dukungan sepenuhnya demi terwujudnya sistem Rujukan Modern ini di Malaka.

“Saya minta kepada Pak Sekda dan para Pimpinan Perangkat Daerah untuk bantu mengurusnya dengan baik dan sepenuh hati, sehingga sistem Rujukan Modern ini bisa diberlakukan di RSPP Betun yang sudah mendapat akreditasi paripurna,” katanya lagi.

Kepada Tim Pakar Kesehatan, Bupati Stefanus Bria Seran mengharapkan agar terus mengawal kegiatan juga permasalahan kesehatan di Kabupaten Malaka, sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin baik sesuai mutu standar kesehatan nasional.

Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan PML dengan nara sumber dari Dinkes Kesehatan Kabupaten Malaka dan Tim Pakar Kesehatan. (Herryklau/kominfo malaka)