Tahun 2019 Masyarakat Kecamatan Laenmanen Minta Optimalkan Pengolahan Lahan Melalui Program RPM

Malaka – Animo Masyarakat Laen Manen untuk mengolah lahannya melalui program RPM usungan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran sangat tinggi, ditandai banyaknya permintaan dari warga setiap tahun untuk pengolahan lahan melalui program RPM sangat banyak namun belum bisa mendapatkan pelayanan optimal. Ada dua kendala yang selama ini dihadapi yakni waktu pengolahan lahan yang terlalu singkat dan masih minimnya sarana pengolahan lahan untuk melayani masyarakat. Untuk mengatasi kendala diatas pemerintah Kecamatan Laenmanen akan mengusulkan kepada pemerintah khususnya pada dinas Pertanian agar lebih awal mengolah lahan warga dengan mengoptimalkan pemanfaatan traktor milik pemerintah. Hal itu disampaikan Camat Laenmanen, Blasius Berek Bauk kepada Wartawan di Laenmanen, Rabu (30/1-2019)

Dikatakannya, Sejak program pengolahan lahan digulirkan Bupati SBS rakyat di Kecamatan Laenmanen sangat antusias dengan program itu. Rakyat rame-rame mau mengolah lahannya dan mau berkebun dalam skala yang lebih besar.

” Tahun 2017 kita targetkan pengolahan lahan sebesar 300 ha namun hanya bisa terealisasi 176 ha karena jumlah pemilik lahan yang mau di balik itu banyak, lalu turunnya musim hujan yang cepat sementara traktor yang beroperasi hanya 3 unit”

” Tahun 2018 lahannya juga tidak semuanya di balik karena hanya dilayani 2 traktor saja sehingga volume tanah yang diolah hanya 110 hektar”

“Khusus untuk tahun 2019 saya sudah menginstruksikan kepada kepala desa untuk melakukan pendataan sejak dini untuk mengetahui jumlah peminat yang mau mengolah lahannya. Dari data yang ada kita mau diskusikan dengan dinas teknis agar bisa melakukan pengolahan lebih awal memanfaatkan musim panas yang ada termasuk traktor yang dimiliki pemerintah”

“Biasanya tiap tahun Kecamatan Laenmanen musim hujannya lebih pendek dibandingkan dengan di wilayah fehan sehingga diharapkan bisa curi start pengolahan lahannya lebih awal pada bulan Mei, Juni dan Juli sehingga traktor besar yang belum bisa olah tanah di fehan karena masih musim penghujan bisa dioptimalkan penggunaannya di wilayah Kecamatan Laenmanen”

” Ada 9 desa yang sangat membutuhkan pengolahan lahan melalui program RPM yakni Desa Meotroi, Tesa,Uabau, Oenaek,
Bisesmus, Nauke Kusa,Tniumanu, KapitanMeo dan Boni Bais.”

Terkait tanaman jagung RPM yang sudah ditanam warga dalam MT1 tahun ini, Camat Blasius mengatakan pertumbuhan jagungnya sangat bagus dengan curah hujan yang ada.

” Untuk tahun 2019 tanaman jagung milik masyarakat pertumbuhannya sangat bagus. Saya sudah keliling di desa-desa menyaksikan jagung pertumbuhannya bagus hampir semua desa”

“Saya sudah kasih penegasan untuk semua kepala desa agar tetap kontrol masyarakat supaya
merawat ranaman itu agar memberikan hasil yang optimal” (tibur)