Dari Kunjungan WPS Paroki Kleseleon Rm Leo Nahas, Pr di SDK Wetulan – Malaka Barat

MEN SANA IN CORPORE SANO
(Dalam tubuh yang sehat terdapat hati yang sehat).
Lembaga Pendidikan SDK Wetulan adalah salah satu sekolah dasar favorite di wilayah Kedesaan Naas -Kecamatan Malaka Barat. Lembaga ini telah mengimplementasikan himbauan Bupati Malaka tentang perang melawan sampah dengan tetap memelihara kebersihan lingkungan sekolahnya dengan pepatah Latin klasik seperti diatas.

Dalam safari kunjungan kerja Rm. Leonardus Nahas, Pr ke Sekolah Dasar ini disaksikan secara langsung kenyataan lingkungan sekolah ini yang sangat bersih dan selalu terawat rapih.

Dalam acara tatap muka dengan Kepala Sekolah dan guru-guru pada hari Rabu, tanggal 30 Januari 2019 terungkap prinsip hidup sehat di atas yang digambarkan oleh Isak Yos Klau selaku Kasek SDK Wetulan.

Agenda tatap muka WPS Paroki Kleseleon ini adalah Annalisa Ratio Perbandingan Guru dan Siswa, Kompetensi Guru SDK, Spiritualitas Guru Katolik dan Komitmen perang melawan sampah.

SDK Wetulan memiliki 17 orang guru dan 1 orang Kasek. Jumlah muridnya 283 siswa sehingga Ratio Perbandingan adalah satu orang guru berbanding 16/17 siswa. Ratio Perbandingan ini menurut Rm. Leo masih sangat normal dalam pembentukan karakter, iman dan moral siswa pada umumnya sekaligus mencegah system pendampingan massal.

Tentang Kompetensi guru dirasakan lumayan baik karena sudah 15 Orang Guru yang pendidikan formalnya Sarjana Strata I dari 17 Orang dan 11 Orang Guru PNS dari kalangan mereka sedangkan sisanya masih Teda dan Guru Yayasan.

Rm. Leo juga mengundang semua guru untuk selalu meneladani Sang Kristus sebagai pribadi Guru sejati yang menginspirasi dalam menjalankan komitmen di kelas sebagai guru dan pendidik.

Tentang pepatah Latin klasik diatas, Rm. Leo mengamininya dalam konteks “Hidup Sehat dan Bersih ” adalah kebutuhan dasar setiap manusia yg bernurani dan bertanggungjawab, maka ajakan Bupati Malaka tentang perang melawan sampah adalah panggilan nurani kita sebagai implementasi langsung dari iman Kristiani sejati sebagai guru dan pendidik yang Katholik.

Di akhir tatap muka dengan para guru Rm. Leo sebagai Pastor Paroki dan WPS bersama para guru membuat komitmen bersama untuk bersih dan hidup bebas dari sampah dengan memulainya dari kamar tidur sendiri, rumah sendiri, lingkungan sendiri dan kerapihan dalam berpakaian, bertuturkata dan bersikap. Dan ke mana saja pergi selalu membawa air di botol khusus yg dibawa dari rumah sendiri serta memilih dan membuang sampah pada tempatnya.

Kiranya Lingkungan SDK Wetulan tetap menjadi contoh dalam praktek kebersihan lingkungan bagi sekolah lainnya di Paroki ini. (boni)