Menduga Uangnya Digelapkan Miliaran Rupiah, Nasabah Bank BNI Melapor ke Polisi

Makasar- Tindak kejahatan penggelapan dana nasabah bank kembali meresahkan masyarakat daerah ini. Setelah seorang teller cantik pada Bank BRI berhasil dibekuk karena menggelapkan uang nasabah Rp 2,3 Miliar akhir Januari lalu, kali ini giliran nasabah Bank BNI melaporkan dugaan penggelapan dana dari beberapa rekening miliknya.

Keterangan yang dihimpun media menyebutkan, nasabah Bank BNI bernama Muhammad Sahlan Rahim (39) awalnya merasa resah melihat adanya kejanggalan terhadap uang miliknya di rekening yang ia percayakan pengelolaannya pada salah satu pimpinan kantor Kas Bank BNI berinisial perempuan CB yang belakangan sering menghindarinya.

“Awalnya, pengelolaan keuangan saya serahkan ke CB berdasarkan kepentingan. Sebab mustahil saya melakukan pengiriman dari daerah terpencil sehingga saya kasih ke bersangkutan, dengan asumsi mengantisipasi beberapa hal yang tidak diinginkan,” kata Muhammad Sahlan Rahim kepada media, Sabtu (02/02/2019).

Kecurigaan tersebut semakin bertambah saat CB tidak bisa memberikan print out untuk 5 (lima) rekening atas nama Sahlan sendiri dan 2 (dua) rekening lainnya atas nama Arifuddin untuk diaudit oleh auditor.

Korban yang berprofesi sebagai kontraktor memperkirakan transaksi dari rekening–rekening tersebut mencapai angka ratusan miliar.

“Setiap kali saya minta pelaporan, selalu ada saja alasannya. Alangkah kagetnya saya melihat aktivitas di bawah tanah setelah saya meminta kepada teman untuk mengauditnya,” bebernya.

Laporan resmi Sahlan yang didampingi kuasa hukumnya diterima oleh polisi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Jumat (01/02/2019). Ini merupakan babak baru perselisihan Sahlan dan CB setelah laporannya ke BNI cabang utama Makassar mendapat tanggapan dingin.

Akibat perbuatan yang diduga perbuatan oknum CB tersebut, Sahlan telah dirugikan menurut perkiraan awal sekitar Rp.3 Miliar dari 7 (tujuh) rekening miliknya. Diduga angka kerugian akan terus bertambah sampai audit yang sementara berjalan selesai.

Dikonfirmasi terpisah, Humas Bank BNI Wilayah Makassar, Ardi menyatakan belum berani mengeluarkan keterangan apapun terkait kejadian ini. Ia mengaku pula masih menunggu terlebih dahulu hasil penyelidikan internal yang dilakukan pihak BNI.

“Karena berita ini baru kami terima, jadi kami masih menunggu informasi dari pihak berwenang di kantor kami yang menangani masalah itu. Segera kami informasikan jika sdh merima keterangan resminya,” ujar Ardi melalui pesan singkat. (sorotmakasar)