ORANG MUDA SEBAGAI “TULANG PUNGGUNG” GEREJA – (Catatan Rakor Komkep Keuskupan Atambua di Emaus)

Rapat Koordinasi Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua yang berlangsung di Emaus Pastoral Center (12-13 Februari 2019), menghasilkan beberapa point pokok dalam kaitannya dengan kehidupan Pastoral di wilayah Keuskupan Atambua, salah satunya yaitu spirit Orang Muda Katolik yang senantiasa harus terus diasa menjadi pribadi yang unggul, cerdas, dan bermoral. Hal ini disampaikan dengan tegas oleh Rm. Aloys Ady Ampolo, Pr dalam materi awal pembukaan di sela pertemuan.

Pesan yang sama dikemukakan Rm. Eddo Oeleu, Pr dalam homili singkat Renungan yang Ia bawakan. Pastor Eddo melempar isu reflektif kepada kaum muda bahwasannya “Orang Muda” musti pandai mengukur kemampuan diri.

Pertemuan ini merupakan agenda tetap yang sudah dijadwalkan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Atambua dalam mengukur program kerja OMK di setiap Paroki. Adapun yang dibahas adalah program unggulan yang ditawarkan OMK Paroki dari masing-masing Dekenat dengan tujuan memberdayakan bakat dan kemampuan yang dimiliki, dengan demikian program yang dicanangkan bisa mendatangkan keuntungan bagi keberlangsungan hidup OMK.

Kegiatan ini dihadiri oleh utusan dari keempat Dekenat yang berada di wilayah Keuskupan Atambua, yaitu Dekenat Belu Utara, TTU, Malaka dan Mena. Hadir pula para Pastor Moderator seKeuskupan Atambua, Sie Kepemudaan Paroki dan ketua OMK masing-masing Paroki.

Selain membahas proker, Utusan OMK yang hadir juga terlibat aktif dalam setiap diskusi yang ditawarkan.

Pada kesempatan yang sama, Rm. Yoris Giri, Pr yang adalah Ketua Komkep Keuskupan Atambua membawakan materi kontekstual yang membakar semangat hidup anak-anak muda.
Ia memberi pesan agar Orang Muda Katolik sudah sepantasnya memegang erat satu keyakinan untuk bisa melangkah dengan pasti. Orang Muda tidak boleh takut mengambil keputusan selagi keputusan itu benar dan tidak menjerumuskan.

Ia menambahkan, “Orang Muda harus mampu memberdayakan diri dengan potensi yang dimiliki demi menjaga dan memperkuat kehidupan sosial, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun kehidupan gereja” (Ans Dawa / Ketua OMK Besikama)