Reny Marsanggul Tobing. Menjaring Konstituen Melalui Praktek UMKM

JAKARTA – Pemilu 2019 tinggal menghitung waktu, tahapan demi tahapan terus berjalan. baik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Caleg Partai peserta pemilu. Bagi Caleg saat ini ramai-ramai mendatangi masyarakat dengan berbagai jualan politiknya demi mendapat simpatisan dari masyarakat yang akan menjadi target konstituennya.

Untuk lebih dikenal masyarakat, para Caleg disarankan agar sering turun dan berinteraksi dengan masyarakat. Masyarakat perlu diberi edukasi tentang pesta demokrasi yang benar dan jujur. Pada pesta demokrasi mendatang, pemilih akan menerima lima kartu suara untuk Pilpres, DPR RI, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Hal itu bukan saja akan membuat sibuk dan bahkan membingungkan pemilih. Namun juga bisa bikin pusing calon anggota legislatif (caleg) dan calon presiden-wakil presiden beserta tim suksesnya.

Menurut Frans Watu direktur Media Center Reny Marsanggul Tobing, Caleg incumbent maupun pendatang baru harus lebih masif melakukan kerja politik, yakni sosialisasi. Nomor urut partai politik (parpol) yang berbeda dengan pemilu sebelumnya juga akan membingungkan pemilih. ”pemilu kali ini agak membingungkan masyarakat karena pada kertas suara tidak tercantum foto Caleg, ini menjadi persoalan bagi masyarakat yang tidak bisa baca (buta aksara), karena itu perlu kerja ekstra bagi Caleg dan timsesnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Kalau kami sering memberikan pemahaman kepada masyarakat, buka kertas suara lihat pojok kanan bawah, coblos nomor urut 3” lanjut Frans Watu.

Bagi Reny Marsanggul Tobing, pola sosialisasi bertatap muka dengan masyarakat bawah sudah menjadi rutinitas. Caleg DPRD DKI Jakarta Dapil 4 dari PKPI ini tidak hanya berdialog namun menjaring konstituen dengan menebar jala UMKM bagi ibu-ibu disetiap sudut Matraman, Cakung dan Pulogadung.

Ketika ditemui di Kayu Manis , Reny bersama Tiara Kamarulah tengah mengajarkan kelompok ibu-ibu di RW 01 Kayu Manis, bagaimana cara memasak menu makanan Ayam Saus Thailand dan Sosis Jagung Goreng.
“Saya selalu turun bersama tim sesuai permintaan dan minat masyarakat, mereka mau diajarkan apa, ada memasak, pelatihan untuk membuat souvenir seperti anting, gelang, rantai, menjahit, membuat hijab/kerudung dan belajar kecantikan”, papar Reny.

Tidak mudah menjaring masyarakat yang masih berpikiran pragmatis, mengumpulkan mereka bersosialisasi saja tidak cukup, ada saja permintaan mereka yang kadang berlawanan dengan rambu-rambu pemilu, tegas wanita berdarah Batak yang juga merupakan Wakil Ketua PKPI Jakarta Timur.(fw)