Bupati Malaka Minta Semua Lahan Harus Dioptimalkan Pemanfaatannya Untuk Kemakmuran Rakyat

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta agar semua lahan di Kabupaten Malaka harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk kemakmuran rakyat karena satu-satunya Capital yang dimiliki rakyat itu tanah. Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau penataan lapangan Pertandingan Sepak Bola ETMC 2019 di Betun, Senin (25/2-2019) tadi malam.

” Saya punya niat adalah semua lahan yang dari nenek moyang tidak dimanfaatkan maka harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk kemakmuran rakyat”.

“Saya punya niat yang bagus menata daerah ini menggunakan prinsip-prinsip pembangunan dan memperhatikan semua aspek terutama aspek hukumnya diperhatikan dengan baik” .

” Jadi kalau pak Wartawan tanya tentang situasi yang lagi heboh, silahkan Pak pergi tanya mereka yang heboh”.

“Saya tidak heboh karena saya ditugaskan rakyat selama lima tahun untuk bekerja dengan sungguh-sungguh, dengan hati yang putih dan niat yang tulus untuk membangun daerah ini. Karena moto saya meletakkan fondasi yang kokoh dan dinamis untuk kemakmuran rakyat Kabupaten Malaka”.

“Saya mengundang anak-anak Malaka yang pintar dan hebat apakah profesor, Doktor, S2, S1 , atau yang hanya tamat SMA baik reguler dan persamaan silahkan datang supaya diskusi tentang bagaimana meningkatkan kemampuan rakyat dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada”.

“Bupati siapkan waktu 24 jam untuk diskusi. Ada yang mengatakan kapan undangan? Tidak ada undangan dong. Kalau mau datang urus rakyat kog pake undangan?. Datang saja ke Malaka dan bilang saja mau ketemu Bupati Malaka untuk diskusi . Silahkan tawarkan konsep yang bagus untuk tingkatkan kemakmuran rakyat disini”.

“Kita tidak perlu pake undangan segala karena ini bukan seminar tetapi silahkan datang berdiskusi dengan bupati kalau merasa memiliki daerah ini”.

“Bupati senang kalau didatangi untuk berdiskusi..
Hanya bupati saja tidak bisa sendirian membangun daerah ini tetapi harus semua komponen bersatu padu untuk membangun rakyat”

“Bagi mereka yang punya lahan tidak usah pergi kerja ditempat lain. Olah itu lahan agar bisa memberikan kemakmuran. Jago kog lahannya ditelantarkan pergi kerja di tempat lain?”

“Saya tidak heboh karena saya diberikan mandat oleh rakyat selama lima tahun . Sekarang sudah 3 tahun saya lewati dan memasuki tahun ke 4. Kasi tahu mereka, saya tidak heboh karena bekerja sesuai aturan dan koridor yang berlaku serta sesuai tanggung jawab yang diberikan kepada saya”. (boni)