Dari Investasi Garam Malaka- Jangan Jadikan Investasi Garam  Komoditi Politik

Malaka- Urusan investasi tambak garam Malaka jangan dijadikan komoditi politik karena hasilnya hanya memecah belah dan menyengsarakan rakyat . Jadi jangan gunakan isu tambak garam sebagai sarana menarik simpati rakyat karena hanya akan sia-sia. Rakyat saat ini sudah pintar dan tidak mau dikibuli lagi. Kalau anda hanya gunakan isu investasi garam dan pengrusakan lingkungan untuk meraup masa pendukung pileg maka hasilnya akan menuai kekecewaan. Penegasan itu disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Weoe, Nahak Petrus kepada wartawan di Weseben- Kecamatan Wewiku- Kabupaten Malaka, Selasa (5/3-2019).

Dikatakannya, sebagai orang tua diwilayah desa Weoe dirinya melihat ada fenomena baru yang berkembang dimana para oknum Caleg yang datang di desanya bukannya memberikan pencerahan kepada rakyat tetapi justru mengadu domba rakyat guna mendapatkan dukungan dalam pileg.

“Ini artinya oknum caleg itu tidak membangun tetapi hanya mengadu domba rakyat untuk dapat dukungan. Orang seperti itu jangan dipilih karena hanya menipu dan menyengsarakan rakyat. Setelah pileg mereka akan pergi meninggalkan kampung halaman dan tidak lagi bersama rakyat seperti yang pernah mereka janjikan”

” Contoh di Weoe sudah pernah ada. Saat terjadi masalah mereka datang kompori orang-orang tua di kampung. Giliran saat mau diurus mereka pergi begjtu saja meninggalkan para orang tua tanpa kabar berita. Jadi para orang tua disini sudah pintar dan harus bisa memilah. Sekarang mereka gunakan isu tambak garam dan isu lingkungan hidup untuk adu-adu rakyat dan setelah pileg mereka pergi tanpa kabar berita. Ini harus diakhiri kalau kita inginkan sebuah perubahan”

” Kami di Weoe sudah menyadari hal itu dan tidak ingin kecolongan lagi. Kehadiran PT IDK di Wilayah desa Weoe untuk berinvestasi sudah melalui berbagai tahapan dan proses yang panjang. Bukan malam ini tidur mimpi dan besok masukkan alat berat untuk kerja”

” Kalau mereka bilang kami kerja rusak lingkungan itu tidak benar karena perusahaan bekerja sesuai tahapan proses yang dilalui”

“Kementrian Kehutanan sendiri sudah datang melihat dan meninjau di seluruh lokasi kerja PT IDK dan secara tegas mengatakan melalui surat bahwa lokasi investasi PT IDK diluar kawasan hutan dan diluar areal yang dilarang pemerintah. Ini saja sudah menjadi landasan kuat bagi kami untuk memanfaatkan lahan milik kami sebagai sarana berinvestasi”

” Untuk saat ini kami berhenti sementara karena permintaan pemerintah, bukan karena desakan pendemo di Jakarta atau dari pihak manapun”

“Bagi anda yang merasa kurang puas silahkan datang diskusi dengan kami pemilik lahan di Weoe . Kalau anda itu berniat membangun kampung halaman tentu tidak teriak dari jauh-jauh tetapi datang dan bekerja bersama dan memberikan solusi buat rakyat”

“Bupati Malaka sendiri sangat fair dan sudah membuka diri dan mengundang anda-anda yang berada diluar Malaka untuk berdiskusi terkait tambak garam Malaka tetapi.anda saja tidak merespon. Itu sama saja dengan orang yang hanya teriak dari jauh namun tidak bertanggung jawab. Kami tidak percaya orang-orang seperti itu. Kami hanya percaya Pemimpin yang omong A, bikin A, hasil A dan wartakan A. Tipe pemimpin seperti itu yang kami lihat dalam diri Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran” (boni)