DITERPA ANGIN KENCANG, SEORANG NELAYAN MEREGANG NYAWA DI MOTADIKIN

Malaka — Hujan dan angin kencang yang melanda bagian Selatan Malaka, Sabtu (9/3/2019) meninggalkan kisah duka.

Satu dari dua nelayan yang terjebak dalam amukan badai yang datang tiba-tiba tersebut harus meregang nyawa. Sementara saudara sepupu korban yang berada satu perahu dengan korban, selamat kembali ke pantai bersama perahu sampan yang ditumpangi.

Korban jiwa diketahui bernama Nofry Oryanto Seran, warga Dusun Wetulan, Desa Maktihan, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka.

Menurut penuturan keluarga korban, ketika ditemui di rumah duka di Dusun Wetulan, Minggu (10/3/2019), pada hari naas tersebut, korban bersama ayah, ibu dan beberapa keluarganya pergi ke pantai Motadikin, Kecamatan Malaka Tengah untuk melaut seperti biasa.

Pagi-pagi, ayah korban dan seorang saudara meabuhkan jaring penangkap ikan di laut lalu kembali ke pantai. Sore harinya, korban bersa seorang sepupu korban hendak mengangkat jaring yang sudah dilabuhkan sejak pagi.

“Belum 10 menit sanpan tinggakan pantai, hujan yang disertai angin kencang datang tiba-tiba. Kami semua yang di pantai panik”, ujar ayah korban.

Menurut penuturan saudara sepupu korban yang berada bersama korban di sampan naas tersebut, awalnya sampan kemasukan air. Lalu korban melompat keluar sampan sambil berpesan kepada sepupunya, supaya tidak meninggalkan sampan.

“Dia lompat keluar dari sampan dan teriak, jangan jauh dari sampan. Lalu dia teriak histeris bilang ina… Setelah itu dia tenggelam dan saya tidak lihat lagi. Saya pasrah diam di sampan sampai arus menghantarkan saya kembali ke pantai”, tutur korban selamat.

Sekitar jam 6 sore atau sekitar 2 jam setelah kejadian, jasad korban terdanpar di bibir pantai Motadikin, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka.

Untuk info, Nofry Oryanto Seran, Putera sulung dari 5 bersaudara ini adalah seorang Caleg Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Malaka dari Daerah Pemilihan Malaka 2 dari Partai Kebangkitan Bangsa.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Malaka, Drs. Simon Seran Fahik, ditemui di rumah duka mengatakan, Partai sangat kehilangan seorang figur muda yang harusnya menjadi andalan partai.

“Tentu partai sangat kehilangan. Almarhum adalah kader muda partai yang mestinya punya masa depan politik yang cerah. Tetapi rupanya Tuhan berkehendak lain”, ujar Simon.*(buser)