Kadis Pendidikan Malaka Apresiasi Pelaksanaan Crossborder di Perbatasan RI-RDTL 28-29 Maret

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olaraga (PKPO) Kabupaten Malaka, Petrus Bria Seran memberikan apresiasi atas kehadiran Crossborder di Malaka Perbatasan RI-RDTL. Pasalnya, Crossborder bisa jadi sarana promos budaya Malaka ke seluruh penjuru dunia. Penegasan itu disampaikan Kadis Petrus kepada wartawan di Kobalima, Senin ( 11/3-2019)


“Kita sangat senang dengan adanya kegiatan Crossborder ini karena anak-anak sekolah bisa terlibat dalam menampilkan tarian seni budaya Malaka. Ini merupakan suatu bentuk pelestarian budaya karena melestarikan budaya salah satunya melalui atraksi di event seperti ini. Bagaimana kita mau melestarikan budaya jika tidak ada momen untuk tampil?”

” Melalui kegiatan seperti ini anak-anak sekolah akan dilatih untuk terampil naik diatas panggung, dari pada pintar dan terampilnya di sekolah tapi di lapangan tidak bisa, jadi ini saat yang tepat untuk anak-anak menampilkan ketrampilannya”.

” Kita sampaikan hormat kepada Kementrian Pariwisata RI yang sudah melihat kabupaten Malaka di perbatasan ini untuk menunjukkan budaya lokalnya, sehingga budayanya tidak akan hilang, walaupun pengagaruh budaya luar tapi budaya Malaka makin mengakar”.

” Kita juga sampaikan terimakasih kepada PCO yang sudah datang melaksakan tugas yang diberikan oleh pemerintah pusat di kabupaten perbatasan ini. Kita akan berusaha sehingga pada acara puncak semua akan sukses dan berjalan lancar”

“Kita berharap acara Crossborder ini terus berlanjutan tiap tahunnya di Malaka sebagai ajang promosi pariwisata dan budaya”

Acara Crossborder di Malaka direncanakan akan di gelar tanggal 28-29 Maret 2019 di Lapangan Misi Betun menghadirkan artis nasional seperti Maria Victoria yang akan tampil pada tangal 28 sedangkan Bondan Prakoso yang akan tampil pada tanggal 29 serta dimeriakan juga band lokal Malaka.

Acara Crossborder tersebut selain melibatkan band juga menampilkan tarian tradisional lokal seperti tarian Bidu dan Likurai dari beberapa sanggar seni yang ada di setiap sekolah. (boni)