Pemda Malaka Tidak Alergi Kritik – Pemerintah tidak Mengkriminalisasi Mereka Yang Mengaku Pejuang Mangrov

Malaka- Pemerintah Kabupaten Malaka tidak mengkriminalisasi pejuang mangrove. Tetapi yang terjadi adalah melakukan proses hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Malaka, Silvester Letto di Betun , Selasa (19/3-2019) menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya tulisan di medsos yang mengatakan pemda Malaka mengkriminalisasi pejuang mangrov.

Menurut Silvester, Pemda Malaka pada prinsipnya tidak alergi terhadap kritik, tetapi menghormati setiap pernyataan setiap warga.
Hanya jika sudah menyerang pribadi itu yang tidak diterima.

Sementara untuk proses hukum, Silvester mengemukakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Belu untuk mengusutnya.

“Sekali lagi kita tetap hargai semua proses di kepolisian dan kita sudah serahkan berkasnya. Tinggal aparat memprosesnya sesuai aturan yang berlaku,” katanya.

Dirinya pada kesempatan yang sama menghimbau kepada semua yang merasa memiliki Malaka, jika ada hal-hal yang dirasa tidak berkenan, silahkan datang dan diskusi dengan pemerintah.

Khususnya bagi mereka yang mengaku sebagai pejuang mangrov yang merasa kurang puas dengan pemerintah silahkan melaporkan ke aparat berwajib agar diproses hukum.

“Bapak Bupati sendiri meminta bagi mereka yang menganggap pemerintah merusak mangrov supaya laporkan ke aparat penegak hukum supaya di proses agar ada kepastian hukum”

Kabag Hukum Setda Malaka, Gregorius Fatin kepada wartawan mengatakan pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap aktifitas para pemilik akun di medsos apabila menyerang prifacy pejabat pemerintah maka tetap dilaporkan kepada aparat berwajib untuk diproses secara hukum.

“Kita ingatkan kepada seluruh pengguna medsos agar bisa memanfaatkan medsos secara bertanggung jawab dan tidak memfitnah pemerintah yang sifatnya menyerang prifacy”
(Boni)