Simak Pengakuan Terbaru Pemilik Lahan Terbesar Tambak Garam.

Malaka – Alfonsius seran, alias Muti Lon salah seorang pemilik lahan terbesar tambak garam di Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Malaka angkat bicara soal polemik yang terjadi.

Ketika diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya pada acara Peninjaun Lokasi Tambak Garam di wilayah tersebut, Rabu (20/3) dirinya dengan sangat tegas membuat pengakuan ini.

“Saya salah satu pemilik lahan terbesar di lokasi ini dengan 23 hektare dan saya serahkan kepada perusahaan tambak garam ini. Makanya kalau rasa diri pintar mari kita omong, tidak boleh omong di belakang-belakang,” serunya di hadapan hadirin yang hadir.

Bahkan dirinya dengan tegas mengatakan bahwa tidak boleh kasih naik (bicara-red) di facebook kiri kanan sedangkan kami semua ini setuju baru PT IDK masuk di Kecamatan Wewiku ini.

“Jadi tidak boleh muat-muat sembarangan di Facebook bahwa tuan tanah tidak setuju. Kami semua setuju bisa PT IDK masuk di wilayah ini,” ungkapnya dengan fasih dan lancar.

Muti Lon juga mengaku bahwa dirinya bersama pemilik lahan yang lain baru bicara terbuka di forum seperti ini. Sehingga kepada pemerintah dirinya dengan berani memgatakan bahwa semua ini rekayasa.

“Kami yang bekerja di sini adalah asli pemilik lahan. Tidak ada yang lain sehingga kesempatan seperti ini kami sampaikan secara terbuka dan tanpa paksaan dari siapapun,” ungkapnya lagi.

” Kami tidak merusak hutan mangrove karena kami kerja di bekas kebun kami, tanah kami. Yang omong mangrove itu apakah pernah datang di lokasi atau hanya pakai data palsu terus bilang dia pejuang??”

Acara peninjauan lokasi tambak garam ini dihadiri pada Pimpinan Perangkat Daerah yang dipimpin Silvester Letto, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Malaka, para pemilik lahan, Manajemen PT IDK dan masyarakat lainnya. (Boni)