Reny Marsanggul Tobing: JANGAN GOLPUT, JADILAH PEMILIH CERDAS.

Jakarta; Detik-detik Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilihan Umum Legislatif di Indonesia sudah di depan mata. Tanggal 17 April 2019, merupakan hari pesta demokrasi bagi masyarakat, saat itu masyarakat secara demokratis dapat memberikan suara atau hak pilih untuk memilih pemimpin sesuai dengan pilihan hatinya. Sebagai masyarakat, tentu mempunyai sebuah harapan besar terhadap Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif yang terpilih nanti, agar bisa menjalankan amanat suci dari rakyat dengan baik, sehingga kesejahteraan pun dapat terealisasikan.

Generasi muda pun jadi sasaran utama. Itu karena kelompok masyarakat ini dianggap potensial sehingga mampu mendulang suara bagi para calon.

Agar tak salah pilih, generasi milenial perlu memiliki pengetahuan dan kesadaran tentang pemilu sehingga dapat menjadi pemilih yang cerdas. Kita dapat menelaah rekam jejak dari para calon melalui sumber-sumber terpercaya. Kita pun perlu mengetahui mengenai catatan hukum dari para calon sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan.

Reny Marsanggul Tobing, Calon DPRD PKPI Dapil Jakarta 4 (Cakung, Pulogadung, Matraman) mengingatkan pemilih milenieal agar tidak golput dan harus memilih dengan cerdas, gunakan akal sehat, karena pemilu kali ini akan menentukan langkah pembangunan negara 5 tahun kedepan.

Golongan Putih (golput) menurut sebagian orang merupakan bagian dari hak politik. Penggunaan istilah tersebut secara umum dikaitkan dengan angka partisipasi alias penggunaan hak pilih dalam pemilu. Secara sederhana, semua hak pilih yang tak terpakai selama ini disebut sebagai golput. Setiap kali pemilu digelar, golput selalu ada. Karena, angka partisipasi pemilu juga tidak pernah 100 persen.

Ada dua jenis golput jika dilihat dari latar belakangnya. Keduanya memiliki makna politik yang berbeda, meski sama-sama disebut golput.

Pertama, golput karena persoalan teknis. Misalnya, pemilih tidak bisa hadir ke tempat pemungutan suara (TPS) karena sesuatu hal, termasuk memilih berlibur karena hari pemilu dinyatakan sebagai libur nasional. Golput teknis lebih karena faktor persoalan apatisme politik. Mereka tidak mau ikut pusing dalam persoalan publik, termasuk politik yang sesungguhnya mempunyai dampak besar dalam urusan publik.

Kedua, golput yang dilakukan dengan kesadaran karena pemilik hak pilih menilai tidak ada kontestan yang pantas untuk diberi mandat. Karena tidak ada kandidat yang layak, sikap politik golput dipilih sebagai protes terhadap pilihan kontestan yang terbatas.
Cerdas Dalam Memilih.

Penting bagi pemilih mencermati program dan gagasan yang diusung para calon sehingga dapat dipastikan apa yang disampaikan dapat direalisasikan dan bukan janji manis belaka.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui program-program serta visi-misi usungan para calon. Salah satunya menyaksikan debat calon Presiden dan kehadiran para Caleg ketika melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, ujar Caleg PKPI yang mengusung program pemberdayaan SDM dengan pengembangan ekonomi kreatif sebagai target di lingkungan keluarga.

Ketika diminta komentarnya tentang Pilpres dengan enteng Reny menuturkan, kalau saya tidak bilang Jokowi benar dan hebat 100 % . Tetapi untuk saat ini beliaulah pilihan yang terbaik dari yang lain. Saya akan lebih memilih Jokowi dengan segala kekurangan dan kelebihan beliau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ia ingin membantu Jokowi lewat pencalegan ini, agar masyarakat yg belum terjangkau dan tersentuh oleh Jokowi- Ma’ruf Amin. Lewat program ekonomi kreatif saya membantu beliau untuk mengangkat ekonomi mikro.

Permasalahan di masyarakat bawah itu sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan dengan mudah seperti mebalikkan telapak tangan. Tetapi kita harus ambil bagian dan doing something sehingga dapat membantu masyarakat kita yang masih membutuhkan bantuan. Disanalah peran penting saya kelak apabila saya dipercaya dan diberi amanah untuk mewakili mereka. Agar apa yang mereka harapkan dapat terwujud dan hanya lewat sentuhan tangan kasih kita dapat menolong masyarakat yang sangat butuh pertolongan, tegas wanita berdarah Batak.

Sebagai aktivis relawan yang baru pertama kali terlibat dalam pencalegan, Reny merasa banyak hal yang bertentangan dengan hati nuraninya. Untuk itu Reny menyampaikan kepada setiap masyarakat, gunakan nuranimu, pakai logika, jangan tergiur dengan prgamatisme bagi-bagi uang dan sembako.

Menurut Reny pemilih cerdas artinya pemilih yang rasional. obyektif, memilih berdasarkan penilaian dirinya. bukan atas dorongan uang, faktor saudara, suku dll.
Dengan menetapkan diri sebagai pemilih cerdas tentu memilih tidak sekedar asal memilih. Tapi berdasarkan kriteria pilihan. seperti bagaimana intregritasnya, komitmennya, dedikasinya, dan menguasai berbagai masalah rakyat serta bertanggungjawab pada daerah pemilihannya dan aspiratif terhadap usulan pemilihnya.
Pemilih cerdas adalah pemilih yg memiliki hubungan emosional, bukan hubungan transaksional dengan calon pilihannya dan yakin betul bahwa yang dipilihnya itu bakal menang. Maka pemilih cerdas itu pasti akan melindungi, memelihara, menyayangi serta senantiasa akan mengkampanyekan pilihannya kepada orang lain. (fw)