Perayaan Dies Natalis GMNI di Malang Diwarnai Diskusi Berthemakan Bangsa Menanggapi Revolusi 4,0

 

MALANG – Perayaan Dies Natalis GMNI ke-65 di Kota Malang diwarnai diskusi terkait isu terkini dengan thema “Bangsa Menanggapi Revolusi 4.0” yang digelar di Kampus Unitri ,Minggu (24/3 -2019).

Dewan Pimpinan Komisariat Fisip Unitri Malang merangkai momen dies natalis GMNI dengan Focus Group Disccution (FGD) yang dihadiri delegasi setiap komisariat GMNI cabang Malang,yaitu: Komisariat Pertanian Unitri,Saintek Kanjuruhan dan Wisnu Wardana.

Viktorius Dala mengatakan
thema yang diusung sebagai bentuk respon organ gerakan dalam menanggapi kehadiran Revolusi 4.0 yang masih hangat di bicarakan disetiap lingkungan Organisasi gerakan.

Dikatakannya, Revolusi 4.0 sangat berdampak bagi masyarakat yang belum siap menerima kehadiran revolusi 4.0 ini karena faktor SDM yang belum siap dan ketersediaan infrastruktur yang belum memadai
terutama dalam hal jaringan/teknologi di daerah tertentu.

Wenseslaus Fatlolon,SE dalam pengantar diskusinya
mengatakan Revolusi 4.0 merupakan suatu peperangan modal, ideologi pancasila ditengah berkecamuknya revolusi 4.0.

Dalam konteks itu katanya, GMNI harus peka untuk menyikapinya dengan melakukan kajian khusus tentang cyber dan sangat diperlukan kurikulum yang jelas.

Komisariat Saintek Kanjuruhan, Tan melihat revolusi 4.0 dari dua aspek yakni aspek positif dan negatif.

Komisariat Saintek menekankan organisasi GMNI harus menanamkan benih-benih Marhaenisme melalui Network society,tetapi terlebih dahulu membenahi regulasi atau sistem dari sebuah lembaga serta pengembangan sumber daya manusia terlebih pada tubuh GMNI itu sendiri.

Bung Herman, delegasi komisariat Wisnu mengatakan dalam konteks pergerakan mengajak semua kader GMNI merapatkan barisan terutama penyadaran (Mactvorming) untuk menanggapi revolusi 4.0 ini.

Menurutnya, dengan adanya revolusi 4.0 harus harus didukung kurikulumkan termasuk pembenahan infrastruktur.

“Saat ini indonesia lagi diserang kebijakan global dimana indonesia sebagai konsumtif”.

Ketua GMNI Komisariat Fisip Unitri, Didy Gandur mengatakan hasil diskusi yang digelar dapat memberikan pencerahan baru bagi organ gerakan terutama dalam hal kreatifitas teknologi dan melakukan konsep penyadaran (Macvorming) lewat media. (didi)