Potensi Pesisir Pantai Malaka Harus Diolah Untuk Percepatan Kemakmuran Rakyat

Malaka – Potensi Pesisir pantai Malaka harus diolah semaksimal mungkin untuk percepatan kemakmuran rakyat Kabupaten Malaka.  Potensi itu harus diolah. Kalau tidak diolah maka tidak berguna untuk rakyat. Potensi itu harus diolah untuk kekuatan ekonomi, untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Itulah tujuan terbentuknya bangsa
Demikian juga dengan Malaka. Malaka dibentuk supaya pemerintah dalam hal ini Bupati mendapat legitimasi dari rakyat mewakli rakyat yang disahkan negara untuk mengelola semua potensi yang ada. Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran kepada wartawab di Bandara A.A.Bere Talo Atambua, Senin (25/3-2019)

“Saya diberi mandat oleh rakyat untuk mengelola potensi termasuk potensi pesisir pantai termasuk investasi garam industri di Malaka”

” Tukang demo itu mewakili siapa? Siapa yang beri mandat kepada mereka untuk mewakili rakyat?. 17 orang yang demo itu tidak bisa mewakili rakyat”.

“Ada Calon Kada yang dipilih 35 ribu pemilih saja tidak bisa mewakili rakyat kalau belum disahkan negara”

“Bagi mereka yang menghina, memvonis menuding dan menyerang pejabat dan pribadi pejabat diluar aturan maka harus dilaporkan untuk diusut dan diproses hukum”.

“Di negara hukum seperti Indonesia seseorang disebut bersalah kalau diputuskan melalui pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap , bukan dengan cara memfitnah, menuding dan memvonis orang lain dengan cara-cara yang tidak beradab dan teriak di jalan-jalan. (boni)