Bupati Malaka Minta Dukungan Usaha Tambak Garam Malaka Untuk Percepatan Kemakmuran Rakyat

Malaka- Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran meminta dukungan semua orang agar memberikan perhatian dan dukungan bagi percepatan usaha tambak garam di Kabupaten Malaka karena usaha tersebut bertujuan memberikan kemakmuran bagi masyarakat Malaka. Penegasan itu disampaikan Bupati Malaka saat membuka kegiatan Komisi Penilai Amdal Provinsi NTT yang menggelar rapat komisi penilai Amdal tambak dan industri garam oleh PT Inti Daya Kecana (IDK) di Betun, Rabu (27/3-2019)

Dikatakannya, kebijakan pemerintah dalam usaha tambak dan industri garam harus jadi usaha bersama. Investor menyiapkan modal dan teknologi sedangkan lahan disiapkan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Konsep usaha bersama ini akan lebih awet karena masyarakat merasa memiliki usaha itu dan akan menjaga usaha tersebut sampai anak cucu dan turun temurun”.

Seperti disaksikan media ini
Komisi Penilai Amdal NTT menggelar rapat di Malaka.
Rapat penilai Amdal ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka dibuka Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

Rapat dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Malaka, Komisi Penilai Amdal Provinsi NTT, pemrakarsa PT IDK, tim penyusun dokumen UKL/UPL, tokoh masyarakat dan masyarakat pemilik lahan.

Ketua Tim Teknis Penilai Amdal Provinsi NTT, Petrus Bere Klau dalam laporannya mengatakan, rapat penilai Amdal ini merupakan tindaklanjut hasil rapat tim teknis.

“Dalam rapat itu akan menetapkan kelayakan lingkungan atau tidak layak lingkungan terhadap usaha tambak dan industri garam PT IDK di Kabupaten Malaka”.

“Hasil rapat itu akan disampaikan kepada gubernur dan selanjutnya gubernur akan mengeluarkan rekomendasi kepada bupati untuk penetapan kelayakan atau tidak layak lingkungan”.

“Tugas bupati adalah menetapkan status kelayakan lingkungan atau tidak layak lingkungan yang diikuti dengan mengeluarkan izin lingkungan”. (tibur)