Peringatan Dini Bagi Balon Bupati/Wabup : Jangan Provokasi Rakyat Untuk Dapat Simpati

Malaka – Peringatan dini bagi para kader dan bakal calon Bupati/wabup Malaka agar jangan suka provokasi rakyat untuk dapat dukungan dan simpati bila ingin maju dalam pilkada Malaka mendatang. Kalau mau dapat simpati dan dukungan silahkan gunakan.cara-cara terhormat untuk meraup simpati.
Pasalnya, rakyat Malaka itu punya peradaban yang tinggi dan mereka setiap hari melihat apa yang dilakukan pemimpinnya untuk mensejahterakan mereka..
Jadi kalau mau ikut pilkada jangan buat aneh-aneh agar didukung rakyat. Peringatan dini itu disampaikan Tokoh Masyarakat Malaka, Pius Klau Muti kepada wartawan di Betun, Jumat (29/3-2019)

Dikatakannya, sebagai tokoh masyarakat kita perlu ingatkan para kader terbaik Malaka agar bisa menyiapkan diri dengan baik agar tidak tergelincir kedalam jurang dalam menghadapi pilkada mendatang.

” Saya hanya mengingatkan saja bagi aktor-aktor yang selama ini menggerakkan segelintir orang untuk melakukan aksi demonstrasi tentang Malaka kalau setingannya untuk pilkada 2020 itu caranya khilaf sehingga perlu diubah”

” Menurut saya, cara yang benar adalah datang dan beri pikiran positif untuk Bupati Malaka guna peningkatan kesejahteraan masyarakat”

” Orang Malaka itu memang beda. Walau kelihatannya diam namun setiap hari mereka selalu memperhatikan apa yang dilakukan pemimpin untuk rakyatnya. Kalau kita buat baik untuk rakyat maka akan dapat simpati . Tapi niatnya mau menghambat upaya pemerintah mensejahterakan rakyat maka rakyat tidak simpati dan tidak akan pilih”

” Pemimpin itu jabatan terhormat jadi harus diperoleh dengan cara-cara terhormat. Kalau diperoleh dengan cara-cara yang tidak terhormat tidak mungkin rakyat akan pilih. Rakyat Malaka itu punya peradaban yang tinggi dan mereka setiap hari melihat apa yang dilakukan pemimpin untuk rakyatnya”

” Kita harus pahami bahwa salah satu misi pemekaran Malaka adalah untuk peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Salah satu capital yang dimiliki rakyat adalah tanah sehingga harus dioptimalkan pemanfaatannya untuk kesejahteraan rakyat”

” Jadi metode untuk mendapat simpati itu bukan dengan cara provokasi rakyat tetapi harus tunjukkan kemampuan untuk berupaya tingkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Bukan dengan cara menghambat pemerintah yang lagi berupaya untuk mempercepat kemakmuran rakyat” (boni)