Nahak Petrus : Tidak Benar PT IDK Merusak Hutan Mangrov

Malaka – Tokoh masyarakat desa Weoe – Kecamatan Wewiku – Kabupaten Malaka, Nahak Petrus membantah PT IDK merusak mangrov saat pembersihan lokasi di desa Weseben dan Weoe. Informasi pengrusakan mangrov itu terlalu dibesar-besarkan. Justru yang terjadi saat pembersihan lahan perusahaan hanya menggusur pohon gewang (akar), pohon berduri (bakuro) dan beberapa kayu laut seperti aknase, katene . Tidak ada penggusuran mangrov (akwakat). Penegasan itu disampaikan Nahak Petrus kepada wartawan di Weseben, Sabtu (30/3-2019).

“Jadi jangan percaya orang yang sengaja lempar isu tentang pengrusakan mangrov di desa Weseben dan Weoe karena itu informasi menyesatkan dan tidak bertanggung jawab”

“Dari dulu saya bekerja kebun di pinggiran laut sehingga mengetahui persis situasi di daerah ini. Jadi jangan main karang cerita yang hanya merugikan orang lain”

“Justru tanah yang kita serahkan kepada perusahaan untuk dijadikan tambak garam adalah tanah eks tambak ikan yang tidak produktif, tanah eks kebun yang tidak diolah lagi serta tanah yang didalamnya ditumbuhi pohon gewang, bakuro dan beberapa kayu laut yang bukan mangrov (akwakat)

” Justru tanah belukar yang ditumbuhi pohon gewang dan belukar berduri (bakuro) yang dibersihkan perusahaan dan tidak merusak mangrov”

” Bagi yang kurang yakin silahkan datang supaya saya jelaskan dan tunjukkan yang benar. Jangan buat isu miring yang menyesatkan karena kondisi riilnya tidak seperti itu”.

Kepala PT IDK Cabang Betun, Natalia saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (30/3-2019) mengatakan hal yang sama.

“Perusahaan tidak merusak mangrov di weseben dan Weoe. Dalam pembersihan hanya dilakukan pada lahan milik warga berupa belukar yang kebanyakan ada pohon gewang dan pohon berduri (bakuro). Kalau toh ada campuran kayu laut itu bukan pohon mangrov”

” Kita juga bekerja diluar kawasan hutan lindung dan diluar areal Peta Indikasi Penundaan Pemberian Ijin Baru (PIPPIB)”

Ketua Tim 16 Verifikasi Lahan, Emanuel Seran kepada wartawan menyayangkan pernyataan diluaran yang tidak bertanggung jawab bahwa ada pengrusakan mangrov.

“Ini tidak betul dan tidak mendasar karena perusahaan hanya bekerja pada areal yang diperbolehkan tanpa merusak mangrov pada lokasi yang dilarang pemerintah”

” Kita sangat sayangkan mereka yang ribut-ribut diluaran sana karena tidak mengetaui apa yang sesungguhnya terjadi”

“Apakah mereka yang ribut-ribut itu tidak lihat di pantai utara dan Selatan pulau Jawa, pantai dan pesisir pulau Madura? Mengapa pantai dan pesisir disana penuh dengan tambak ikan bandeng dan tambak udang dan tambak garam? . Coba lihat kehidupan rakyatnya dan bandingkan dengan di Malaka”. (boni)