Petani Garam Puji Langkah Tegas Gubernur NTT Investasi Garam di Malaka

Malaka- Masyarakat pesisir pantai di Kabupaten Malaka mengapresiasi dan memberikan pujian kepada Gubernur NTT yang dinilai sangat tegas dan arif mengizinkan investor berinvestasi garam industri di NTT khususnya di Kabupaten Malaka. Rakyat pesisir pantai sangat senang dengan rencana pemerintah itu untuk mengelola potensi yang ada guna percepatan kemakmuran rakyat.

Tokoh masyarakat desa Weoe, Nahak Petrus saat dihubungi wartawan, Sabtu (30/3-2019) mengatakan sangat senang karena Bapak Gubernur NTT dan Bupati Malaka merupakan dua sosok pimpinan yang visioner dan mau memperhatikan kepentingan rakyat kecil dengan cara mengoptimalkan lahan pesisir pantai yang selama ini terlantar.

“Rakyat yang tolak itu siapa? Kami rakyat di pesisir pantai sangat senang dan marah kepada mereka yang mengatasnamakan rakyat disini untuk menolak tambak garam.”

“Ini program pemerintah yang sangat bagus untuk kami masyarakat pesisir bersama turunan anak cucu kami kedepan”

“Kami mendesak pemerintah untuk izinkan tambak garam karena selama ini tanah-tanah kami terlantar dan tidak bermanfaat”

“Mereka yang teriak-teriak itu tidak pernah datang lihat kesulitan hidup kami dan datang beri pendampingan untuk gunakan lahan kami atasi kehidupan kami”

” Mereka yang teriak-teriak itu selama ini tidak bersama kami tetapi mereka pergi cari kerja di tempat lain karena di Malaka tidak ada lapangan pekerjaan. Mereka juga tidak mampu buat lapangan pekerjaan. Giliran pemerintah mau bantu kelola potensi dan buka lapangan kerja untuk rakyat mereka pada teriak”

“Kami katakan tidak ada hutan mangrove yang dibabat karena kami hanya manfaatkan lahan tambak ikan yang kurang produktif dan lahan yang selama ini ditumbuhi pohon gewang dan pohon berduri (bakuro-red). Mereka yang omong itu hanya komentar dari jauh dan tidak lihat kondisi sesungguhnya”

Tokoh Masyarakat Malaka Barat, Emanuel Seran secara terpisah kepada wartawan mengatakan Pemerintah Kabupaten Malaka akan keluarkan izin kepada setiap Investor Garam bila telah penuhi syarat-Syarat perizinan .

” Rakyat senang karena ada perjanjian usaha bersama dengan rakyat pemilik lahan dan pemda. Pola usaha adalah usaha bersama rakyat dan pemda Malaka”

” Ini upaya pembukaan lapangan pekerjaan bagi rakyat Malaka. Bila ada 5000 ha yang dikelola dan setiap ha pekerjaan mempekerjakan 6-8 orang maka akan tersedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat paling sedikit 30.000 tenaga kerja.”

“Bahan baku air laut juga tidak pernah kurang karena tidak ada air laut yang mengering karena tambak garam, tenaganya sinar matahari yang setiap hari ada, dan lahan yang ada di pesisir Malaka bisa dioptimalkan untuk percepatan kemakmuran rakyat” (boni)