Terkait Investasi Garam : Pemda Malaka Harus Responsif Amankan Instruksi Gubernur

Malaka- Pemerintah Kabupaten Malaka harus segera mengamankan instruksi gubernur terkait investasi garam di Kabupaten Malaka. Pemerintah melalui dinas teknis terkait perlu menyikapi instruksi itu melalui tindakan konkrit di lapangan agar instruksi itu segera direalisasi. Salah satu langkah yang harus segera ditempuh yakni bekerja sama perusahaan melakukan sosialisasi agar rencana itu tidak multi tafsir di masyarakat. Hal itu disampaikan Tokoh Masyarakat Malaka, Pius Klau Muti kepada wartawan di Betun, Sabtu, (30/3-2019)

Dikatakannya, kehadiran gubernur di Malaka belum lama ini menyampaikan rencana gamlang terkait investasi garam industri di Propinsi NTT khususnya di Kabupaten Malaka.

“Ini program Nasional dan gubernur sudah menyampaikannya secara gamblang sehingga harus segera direspons dan ditindak lanjuti”

“Kita sudah bahas Amdal terkait rencana investasi garam itu sehingga diharapkan pihak perusahaan segera menyelesaikan segala sesuatunya untuk mendapatkan rekomendasi propinsi”

“Yang jelasnya, setelah Amdal mendapatkan rekomendasi propinsi maka ijin segera dikeluarkan pemda Malaka sehingga semuanya berjalan baik sesuai aturan”

“Kita himbau kepada seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Malaka agar tetap menahan diri untuk membuat pernyataan yang sejuk dan tidak mengadu domba rakyat”

“Kita arus arif menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin agar investasi garam di Kabupaten Malaka memberikan manfaat yang optimal bagi rakyat”

“Kalau sesuai instruksi Gubernur supaya Malaka bisa kerjakan tambak garam seluas 5.000 – 10.000 ha maka bila 1 ha lahan tambak bisa menyerap tenaga kerja 5 – 8 orang maka di Malaka akan tersedia lapangan kerja untuk 30.000 – 40.000 orang dengan gaji UMR Prov NTT”.

“Hal Ini bisa jadi solusi atasi TKI yang selalu diributkan dimana Malaka juga termasuk salah satu kabupaten yang TKI nya banyak di Propinsi NTT” (boni)