Bupati Malaka Tetap Berupaya Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Pemanfaatan Potensi

Malaka- Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran merupakan sosok pemimpin yang selalu memperhatikan kesejahteraan rakyatnya melalui optimalisasi pemanfaatan lahan untuk percepatan kemakmuran rakyat. Sebelumnya Bupati Malaka sudah sukses menggelar program Revolusi Pertanian Malaka. Saat ini Bupati buat gebrakan lagi dengan mengoptimalkan potensi lahan pesisir pantai untuk pengembangan garam industri. Keputusan Kepala Daerah mendukung kebijakan nasional untuk investasi garam industri itu baik untuk kepentingan banyak orang termasuk mengurangi pengangguran di negeri ini dan membuka lapangan kerja untuk rakyat. Penegasan itu disampaikan Bupati Malaka disela acara olah raga pagi di lapangan umum Haitimuk- Malaka, Senin (1/4-2019).

Dikatakannya, Keputusan pemerintah pusat memilih Propinsi NTT sebagai salah satu pemasok garam industri nasional tentu sudah melalui berbagai kajian dan pertimbangan.

“Kita semua sudah dapat arahan Bapak gubernur NTT bahwa ini kebijakan nasional sekaligus harkat dan martabat bangsa dipertaruhkan disini sehingga sebagai warga negara yang baik harus mampu menterjemahkannya dalam tataran implementasi di daerah sesuai koridor dan aturan yang berlaku”

“Jadi kalau ada pihak-pihak tertentu yang berteriak bahwa ada pengrusakan lingkungan itu tidak benar karena hanya menyesatkan masyarakat”

“Justru dengan adanya investasi garam ini maka kita tata kembali lingkungan hidup yang ada supaya tetap asri dan bermanfaat bagi rakyat”

“Saat ini pemerintah sudah bahas amdal bagi lokasi yang belum dikerjakan dan sudah bahas pula dokumen evaluasi lingkungan bagi lokasi yang sudah dikerjakan oleh perusahaan jadi apa yang harus dikawatirkan? Di republik ini semua yang dikerjakan tentu ada aturannya dan kita tetap mengacu pada aturan yang dibuat”

“Kalau ada pihak-pihak yang melihat hal ini sebagai pelanggaran silahkan saja beropini karena yang menentukan seseorang bersalah atau bukan harus melalui proses dan keputusan pengadilan, bukan melalui komen-komen diluaran atau di medsos. Tetapi ingat, orang lain termasuk Pengusahapun berhak untuk membela diri”

” Di negeri ini institusi yang menentukan benar salahnya seseorang harus melalui keputusan pengadilan.Kalau tidak puas dengan putusan pengadilan negeri bisa naik banding ke pengadilan tinggi dan bila belum cukup bisa dilanjutkan ke Mahkamah Agung lewat Kasasi dan Peninjauan Kembali.

Terkait aksi demo dimana-mana Bupati yang juga pemrakarsa program Revolusi Pertanian Malaka itu mengatakan silahkan saja.

” Itu dia punya hak tapi pemerintah  juga punya kewajiban untuk berusaha agar rakyat Malaka bisa sejahtera. Di lokasi kami tetap kerja karena itu tugas seorang kepala Daerah untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat supaya rakyat bisa makmur”.

Seperti diberitakan media ini
Rencana investasi garam industri di Malaka ditargetkan 5 ribu hektar tambak garam. Dengan asumsi itu perhitungan penyerapan tenaga kerja setiap ha serap 5-8 orang maka bila target tercapai 5000 ha x 5 -8 orang akan menyerap tenaga kerja 30.000 – 40.000 orang yang mendapakan penghasilan sesuai UMR Provinsi NTT. (boni atolan)