Gubernur Laiskodat : Sampah Harus Menjadi Urusan Kemanusiaan

Malaka – Gubernur Nusa Tenggara Timur Victor Bungtilu Laiskodat menegaskan bahwa sampah itu urusan kemanusiaan, yang harus dilakukan oleh semua orang di mana saja berada. Dunia internasional saat ini sangat gencar melakukan perang terhadap masalah sampah plastik.

“Banyak biota laut yang mati karena persoalan sampah plastik. Sehingga butuh kepedulian yang tinggi dari semua stakeholder untuk masalah sampah plastik ini,” demikian diungkapkan Gubernur NTT akhir bulan Maret lalu saat berkunjung ke Malaka.

Lebih lanjut Politisi Partai Nasdem itu mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT mendorong Bupati dan Walikota untuk berperan aktif melawan sampah dengan mengutamakan masalah kebersihan lingkungan sekitarnya.

“Pemerintah Provinsi NTT senantiasa mendorong Bupati dan Walikota untuk meningkatkan kepedulian dan keberpihakannya kepada masalah sampah, sehingga lingkungan dan kota menjadi bersih dan rapi,” tegasnya.

Menyinggung Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B-3), Gubernur Laiskodat menyatakan Limbah B-3 harus dikelola dengan benar sehingga tidak menghancurkan seluruh komoditas di laut.

“Limbah B-3 harus dapat dikelola dengan baik dan benar karena barang siapa yang menyiapkan, mengurus limbah dengan benar, percayalah dia akan memperoleh kehidupan lebih baik,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran mengemukakan Pemerintah Kabupaten Malaka sejak 1 Januari 2019 sudah menyatakan Perang Melawan Sampah.

“Seluruh elemen masyarakat sudah kita ajak untuk perang melawan sampah, dan itu sudah menjadi perhatian dan mendapat dukungan. Karena warga menyadari bahwa kebersihan lingkungan itu nilai yang sangat fundamental dalam hidupnya,” ujar Bupati Perdana Kabupaten Malaka ini.

Bahkan dirinya menegaskan, di kalangan aparatur pemerintah, setiap hari Jumat dalam minggu dilaksanakan Jumat Bersih untuk membersihkan lingkungan sekitar termasuk perkantoran dan ruas-ruas jalan.

Menurut mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT ini ajakan Gubernur NTT untuk memerangi sampah harus didukung dan dilaksanakan sepenuhnya, sehingga kualitas masyarakat menjadi lebih baik. (Kominfomalaka/HK)