Bupati Malaka Sebut Pemilu 2019 Tersulit Dalam Sejarah – Diperlukan Kearifan Lokal 

Malaka – Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menyebut peristiwa Pemilu 17 April 2019 merupakan pemilu tersulit dalam sejarah pemilu di tanah air karena pemilihan presiden disatukan dengan Pemilihan legislatif.

Untuk mengatasi hal itu penyelenggara perlu memperhatikan kearifan lokal agar tidak ada kendala atau benturan di lapangan sehingga pemilu kali ini berjalan dengan baik dan sukses.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu saat melepas logistik pemilu di KPU Malaka di Betun, Senin (15/4-2019)

“Bapak dan ibu juga harus memaklumi kondisi pelaksanaan pemilu 17 April nanti karena ini merupakan pemilihan tersulit dalam sejarah penyelenggaraan pemilu karena pemilihan presiden disatukan dengan pemilihan legislatif”.

“Berdasarkan tingkatan pendidikan rakyat kita rata-rata di NTT yang tidak sekolah SD, tidak tamat SD dan hanya tamat SD mencapai 78 persen sehingga berpotensi menimbulkan kesulitan -kesulitan saat pemilu”.

“Pertama, kalau tidak ada photo dan hanya tulis nama itu menjadi persolan”.

“Kedua, Kalau ada photo, ada tulisan tetapi usia senja maka tetap ada kendala”

” Untuk mengatasi hal itu penyelenggara perlu cerdas dan memperhatikan kearifan lokal agar tidak ada kendala atau benturan di lapangan sehingga pemilu kali ini berjalan dengan baik dan sukses”

“Ini berhubungan dengan regulasi. Karena satu aturan berlaku untuk seluruh indonesia tanpa memperhitungkan input dan handycap yang kita miliki”.

“Satu aturan berlaku untuk satu Indonesia pukul rata.
Celakanya aturan itu dibuat di Jakarta dengan standart Ibu Kota Jakarta dan diterapkan diseluruh Indonesia tanpa memperhatikan kondisi disetiap daerah”

“Karena ini kesepakatan bangsa dan negara maka kita harus penuh ketaatan harus laksanakan dengan baik tetapi dalam pelaksanaannya harus memperhatikan kearifan lokal sesuai kondisi riil yang ada . Karena hal-hal seperti itu maka kita butuh seorang pemimpin”.

“Kita tidak cukup banyak waktu untuk memberi pemahaman kepada rakyat terkait penyelenggaraan pemilu supaya rakyat gunakan haknya dengan baik”

” Pemilu tinggal 2 hari lagi dan kita harus jalankan pemilu sehingga kita semua berkewajiban untuk mensukseskannya dengan mengajak rakyat agar berpartisipasi dalam pemilu 17 April nanti”. (boni)