Rm. Marsel Bria Seran, Pr Sebut Perayaan Sabtu Alleluya Sebagai Masa Peralihan

Malaka – Rm. Marsel Bria Seran, Pr menyebut perayaan Malam Sabtu Alleluya sebagai masa peralihan Yesus dari kematian menuju kebangkitan. Umat Katolik harus memaknai masa peralihan itu untuk melakukan perubahan didalam diri dan berbagai dimensi kehidupan.

Hal itu disampaikan Rm. Marsel Bria Seran, Pr saat memimpin perayaan Hari Sabtu Alleluya bersama Umat Stasi Alexander Agung Haitimuk – Malaka di Stasi Haitimuk – Malaka , Sabtu (19/4-2019)

Dikatakannya, Pada Hari Minggu Palma Umat Katolik merayakan Yesus memasuki kota Yerusalem dan dielukan sebagai Raja.

” Pada kamis Putih Yesus melakukan Perjamuan Terakhir dan saat itu Yesus  melakukan Ekaristi
Setelah itu Yesus menjadikan para rasul Imam untuk melayani”.

“Hari Jumat kita peringati Hari Yesus Wafat dan kita berpuasa”.

“Besok hari minggu kita rayakan Paskah dimana Yesus Bangkit dari Kubur”.

“Pada Hari Sabtu Alleluya kita rayakan Peralihan Yesus dari Mati menuju ke bangkit. Kita peringati masa peralihan dari kematian menuju kebangkitan”.

“Dalam peristiwa ini kita perlu beralih dari yang buruk menuju ke yang baik”.

“Bupati Malaka buat program RPM supaya kita beralih dari kelaparan menuju kelimpahan makanan”.

Kita di rumah juga sama. Kita yang biasa suka marah di rumah harus beralih dan berubah menjadi orang yang sabar , penyayang dan tidak suka marah-marah lagi”

“Kita juga harus beralih dari kebodohan menuju kepintaran, dari buruk menuju baik, dari gelap menuju terang”.

Dalam kesempatan itu Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran merayakan Malam Paskah Bersama Umat Stasi Alexander Agung Haitimuk, para pengurus lingkungan, kelompok Umat Basis (KUB), tokoh adat dan tokoh masyarakat di desa Haitimuk. (boni)