Aliansi Pewarta Merah Putih Gelar Deklarasi dan Munas I di Surabaya

Surabaya – Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) dideklarasikan di Surabaya, Minggu (28/4-2019).

Selain deklarasi kegiatan yang melibatkan para wartawan yang berasal dari seluruh Indonesia itu menggelar Munas I dengan agenda melengkapi struktur kepengurusan di tingkat nasional dan musyawarah pembentukan pengurus di tingkat Provinsi serta membahas agenda kerja APMP.

Ketua Dewan Penasehat/Pengawas APMP, Bonifasius Atolan dalam kesempatan itu secara resmi membuka kegiatan Deklarasi dan Munas I di Surabaya dan meminta kepada seluruh anggota agar tetap merapatkan barisan untuk berjuang bersama dan bersama berjuang membesarkan APMP di seluruh Indonesia dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan untuk membesarkan organisasi baik ditingkat pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia.

Dalam arahannya Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Radar Perbatasan yang bermarkas di Kawasan Perbatasan RI – RDTL itu mengatakan APMP harus bisa menjadi organisasi dan payung bagi insan pers di seluruh Indonesia dengan tetap menjunjung tinggi AD/ART Organisasi.

“Kehadiran APMP harus bisa membangkitkan roh dan semangat baru dalam kehidupan pers di Indonesia terutama didalam menjalankan tugasnya harus tetap berpedomankan pada UU Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik”

“Kita harapkan dengan kegiatan deklarasi dan Munas I di Kota Surabaya ini bisa membawa nuansa dan harapan baru bagi kehidupan pers dan insan pers di Indonesia”

“Kita tidak lagi membangun Jurnalisme Perang dengan pihak lain tetapi kita harus menyadari sepenuhnya tugas, tanggung jawab, peran dan fungsi pers itu bagi keberlangsungan kehidupan bersama institusi dan masyarakat dimana pers itu berada”

“Ketika kita menyandang nama dan Predikat Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP) kita harus menyadari akan arti dan nama itu bagi kita bersama. Apapun kegiatan kita, apapun yang kita lakukan terkait dengan profesi jurnalis harus tetap menjaga keutuhan negara ini dibawah Panji Merah Putih”

“Pers itu bukan musuh pemerintah atau musuh institusi negara ini tetapi harus menjadi mitra pemerintah untuk memajukan kesejahteraan rakyat dimana pers itu berada sebagai wujud konkrit tanggung jawab pers bagi kemajuan bangsa ini”

“Pers harus memiliki rasa memiliki bangsa ini sebagai wujud social Responsibility Press karena bagaimanapun dalam menjalankan fungsinya tetap mengedepankan kepentingan umum dan negara”

Ketua Umum APMP, Bayu Nugroho dalam kesempatan itu menjelaskan APMP adalah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, kegiatan, dan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dikatakannya, APMP bukan LSM dan bukan media massa (jurnalis), akan tetapi APMP ini organisasi masa (ORMAS), Sebagai Ormas APMP berperan sebagai wadah organisasi jurnalis yang membina supaya jurnalis bisa menjalankan kerja sebagai mitra pemerintah.

“Ini hanya wadah bagi para wartawan yang tergabung dalam APMP sehingga tidak bisa mengatasnamakan APMP melakukan tugas peliputan di lapangan. Kalau meliput silahkan gunakan bendera masing-masing media. APMP berbadan hukum perkumpulan berbentuk ormas sehingga anggota APMP tidak bisa meliput suatu berita mengatasnamakan APMP tapi boleh meliput memakai bendera medianya masing masing”

“Maksud dan tujuan berdirinya APMP bukan melakukan tugas liputan tetapi bergerak dibidang sosial, ekonomi, pendidikan dan advokasi hukum.
Sesuai UU Pers, wartawan berhak memilih organisasi wartawan berarti bebas memilih dan tidak ada batasan jumlah termasuk di APMP”

” APMP berupaya untuk memperbaiki kehidupan dibidang sosial, ekonomi pendidikan/ pengetahuan anggotanya serta melakukan advokasi hukum bagi kriminalisasi jurnalis” (Yul/ed)