Implementasikan Program Gubernur NTT – Desa Harus Adakan Kotak Sampah Untuk Wilayah Kota Betun

Malaka – Desa yang berdiam didalam wilayah kota Betun harus mengalokasikan anggaran dari dana desa untuk pengadaan tempat sampah untuk mengimplementasikan Program Gubernur NTT, Perang Melawan Sampah.

Kotak sampah itu harus ditempatkan pada tempat-tempat strategis seperti jalan protokol dan tempat-tempat pelayanan publik.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran
saat membuka Rakor Pemanfaatan Dana Desa dan Program Inovasi Desa di Aula Kantor Bupati Malaka, Rabu (15/5-2019)

Dikatakannya, para kepala desa, khususnya yang berada di tengah kota Betun  harus mengalokasikan anggaran untuk mengimplementasikan program gubernur NTT yakni perang melawan sampah dengan cara menyisihkan dana desa untuk pengadaan kotak sampah dan ditempatkan di lokasi  strategis seperti jalan protokol dan berbagai sarana pelayanan publik lainnya.

Kadis PMD Kabupaten Malaka, Agustinus Nahak secara terpisah mengatakan
akan mengawal proses penganggarannya melalui APBDes terutama pada desa-desa yang termasuk wilayah kota Betun.

Menurut kadis Agus, ada lima desa yang termasuk dalam wilayah kota Betun yakni desa Wehali, desa Kamanasa, desa Harekakae, desa Manumuti dan desa Umakatahan.

” Kelima desa diatas harus mengalokasikan anggaran untuk pengadaan tempat sampah dan menempatkannya pada lokasi strategis seperti jalan protokol dan tempat-tempat pelayanan publik yang ada di wilayah Kota Betun” (ed)