Kelik Wirawan Widodo : Optimis Timnas Panahan Indonesia Raih Tiket Olimpiade.

JAKARTA – Bulan Puasa adalah momentum bagi Pengurus PP Perpani untuk membangun kebersamaan dan mendekatkan diri antara Pengurus dan Atlit yang tengah dipersiapkan untuk ajang multi event Sea Games 2019 Manila dan Olimpiade 2020 Tokyo.

Kelik Wirawan Widodo dalam kesempatan berbuka puasa bersama atlit dan pengurus PP Perpani mengatakan rasa optimis dalam menatap Sea Ganes 2017. Target Sea Games juara umum, karena pada Sea Games Kuala Lumpur dua tahun lalu, Indonesia berhasil meraih 4 emas di bawah Malaysia yang berhasil menyabet 5 emas.

Untuk mencapai target Sea Games dan tiket Olimpiade, Timnas Panahan Indonesia akan berlaga pada kejuaraan dunia di S-Hertogenbosch, Belanda, 10-16 Juni 2019. Ajang ini sekaligus pertaruhan Indonesia untuk merebut tiket Olimpiade 2020 Tokyo. Indoneisa di kejuaraan dunia Belanda yang merupakan ajang Pra-Olimpiade ini akan mengirim satu tim recurve putra dan putri.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP Perpani, Tofan Tri Anggoro pada kesempatan itu mengatakan anak asuhnya kini terus menjalani persiapan. Tim ini akan bertolak ke Belanda sehari setelah Hari Raya Idul Fitri, tutur perwira TNI AD yang menjabat Manejer Tim Panahan Indonesia pada kejuaraan dunia di Belanda.

“Timnas telah melaksanakan Pelatnas selama dua bulan di Cijantung. Saya rasa sudah cukup maskimal, kita masih punya waktu sekitar satu minggu,” kata Angggoro disela acara buka bersama Pengurus dan Atlit Panahan Indonesia, minggu (26/5/2019).

Demi merebut tiket Olimpiade Tim tidak diliburkan walaupun Hari Raya, kami terus memaksimalkan persiapan ke Belanda. Bahkan tidak ada pemain yang mau kembali ke kampung halamannya untuk berkumpul dengan sanak keluarganya, lanjutnya.

Berbekal pengalaman Asean Games dan persiapan timnas yang mumpuni baik Kelik Wirawan maupun Anggoro optimis tiket Olimpiade akan digenggam Tim Panahan Indonesia. Peluang dan harapan itu bertumpu pada sektor beregu putra.

“Persaingan cukup ketat. Tapi saya optimis di nomor recurve khususnya beregu putra, kita memang secara nilai hampir sama dengan beregu putri. Jadi saya optimis di beregu ini kita bisa dapat tiket ke Olimpiade,” tegas Anggoro.

Untuk dapat tiket ke Olimpiade Indonesia pada kejuaraan dunia di Belanda harus masuk delapan besar atau final di nomor perorangan. Sedangkan pada Olimpiade Tokyo 2020 hanya memperebutkan medali beregu dan perorangan di nomor recurve, sedangkan nomor compound akan menjadi nomor eksebisi.

Diakhir acara buka puasa bersama Tofan Tri Anggoro manejer timnas Indonesia menyerahkan jersy Timnas Indonesia kepada Ketua Umum PP Perpani Kelik Wirawan Widodo dan dilanjutkan penyerahan Bendera Indonesia dari Ketua Umum Perpani kepada Deny Decko sebagai tanda tim ini resmi dilepas menuju kejuaraan dunia di negeri kincir air Belanda.

Turut hadir dalam pelepasan tim Panahan Indonesia, Penasehat Perpani Andi Gani Nena Wea, Ramdani Basri, Muh.Chatib Basri, Didi Budiono, Lana Koentjoro, N.Parama Dewi, Frans Watu.

Timnas Panahan Indonesia yang akan bertolak ke Belanda :

Manejer : Tofan Tri Anggoro, Denny Decko.
Pelatih : Budi Widiyanto, Nurfitriyana, Wahyu Hidayat, Lilies Heliarti
Recurve Putri : Diananda Choirunisa, Asiefa Nur Haenza, Titik Kusumawardani, Linda Lestari
Recurve Putra : Riau Ega Agatha, Ryan Rafi Adiputro, Hendra Purnama, Arif Dwi Pangestu
Compound Putra : Yoke Rizaldi Akbar, Prima Wisnu Wardhana, M Rindarto, Kevin Julianto
Compound Putri : Kayla Adinda Utomo, Sri Ranti, Triya Rizki Adriyani, Yurike Nina Bonita Pareira. (fw)