PS Malaka U12 Wakili NTT Bertanding di Jakarta – Ini kata Bupati Malaka 

Malaka – Skuad PS Malaka U12 dalam bulan Juli tahun ini akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur bertanding ditingkat nasional yang akan digelar di Jakarta pada akhir Juli mendatang.

Tim PS Malaka U12 itu Juara ditingkat Provinsi dan bila menang di Jakarta akan mewakili Indionesia bermain di Barcelona untuk memperebutkan Danone Cup.

Mohon dukungan doanya agar anak-anak Malaka bisa Juara untuk mengharumkan nama NTT ditingkat nasional.

Hal itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran disela acara Welcome Party yang digelar Pemda Malaka untuk menyambut 22 tim Sepak bola ETMC 2019 di kediaman Bupati Malaka, Haitimuk – Malaka (4/7-2019).

Bupati mengatakan terkait keikutsertaan PS Malaka U12 dalam Danone Cup tahun ini akan diurus Pemda Malaka.

” Kami akan urus semuanya dengan harapan bisa memberikan yang terbaik bagi provinsi NTT. Mohon dukungan doanya”

” Pemerintah dan rakyat Kabupaten Malaka senang sekali karena dalam tahun 2019 bisa mengurus dua kegiatan sepak bola yakni ETMC 2019 dimana Kabupaten Malaka sebagai penyelenggara dan dalam bulan ini juga tim PS Malaka U12 Wakili NTT bertanding di Jakarta”

” Kami senang dan bangga karena anak-anak Usia 12 saja bisa jadi Juara ditingkat Provinsi NTT, apalagi tim senior yang ikut ETMC 2019 di Malaka tentu lebih hebat dari Pemain U 12. Ini tentu signal kuat buat tim tamu yang datang ke Malaka agar berhati-hati dan waspada hadapi Malaka. Kalau rasa tidak kuat hadapi Malaka lebih baik menyerah saja”, lanjut Bupati SBS berseloroh disambut gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.

Bupati yang juga pemrakarsa Program Revolusi Pertanian Malaka di Kabupaten itu mengatakan Pemkab Malaka akan memfasilitasi orang tua siswa pesepak bola, Kepala Sekolah dimana siswa itu berasal serta guru olah raga yang mengajar siswa untuk mendampingi para pemain ke Jakarta.

” Namanya juga anak-anak kalau jalan jauh biasanya
bisa home sick karena tidak bertemu orang tua. Jadi kalau orang tua ikut tentu mereka lebih tenang dan tidak home sick”

” Kita juga mengutus guru dan kasek yang mengajar anak – anak agar ikut mendampingi karena biasanya anak-anak lebih taat dan patuh pada guru dari pada orang tua”

“Saya dan ibu ada cerita dan pengalaman menarik dimana ketika kedua anak kami Umbu dan Ronald masih sekolah SD saat ke gereja biasanya buat ulah dan ribut didalam gereja. Tetapi suatu saat kami lihat mereka diam dan sangat sopan didalam gereja. Kami rasa aneh karena tidak seperti biasanya. Setelah ditelusuri ternyata yang duduk di belakang kami itu kepala sekolah dan gurunya anak-anak. Sejak saat itu saya baru mengerti bahwa anak-anak ternyata lebih patuh kepada guru dan kepala sekolahnya” (boni)