Malaka Melanjutkan Tradisi Tuan Rumah, Juara ETMC 2019 – Frans Watu – Mantan Pemain PSK & Galatama

Catatan Pojok El Tari Memorial Cup Malaka

Tampil dihadapan pendukungnya, Laskar Manu Meo Persemal Malaka berhasil menjinakkan Laskar Komodo Persamba Manggarai Barat pada laga final El Tari Memorial Cup (ETMC) yang disaksikan 20.000 pasang mata.

Persemal keluar sebagai juara ETMC 2019. Di final, skuat Manu Meo Malaka mengalahkan Laskar Komodo Manggarai Barat 3-2.

Pertandingan yang dilangsungkan di Lapangan Betun, Malaka, rabu (24/7/2019) berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama tampil menekan sejak babak pertama.

Di babak pertama, Persemal dan Persamba berbagi angka 3-1. Meski punya beberapa peluang, kedua tim sama-sama kesulitan dalam mengembangkan pertandingan di menit-menit awal babak pertama.

Saat pertandingan baru memasuki menit ke 12, Andro Bere Asa berhasil mengagetkan anak-anak Manggarai Barat. Dari sebuah solo run diakhiri dengan tendangan dari luar kotak pinalti. Persemal unggul 1-0 dan berselang 3 menit Emiliano Gabus berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Persemal kembali unggul 2-1 setelah bintang mereka Johanes Yoko Jehanam berhasil mengeksekusi pinalti.

Kepemimpinan Wasit yang kurang tegas nyaris memicu keributan di lapangan. Klimaksnya terjadi pada menit ke 30. Sebelum Johanes Yoko Jehanam berhasil melesatkan bola ke gawang Persamba, terjadi pelanggaran terhadap salah satu pemain Persamba, namun wasit tidak meniup pluit. Yoko yang lepas dari kawalan pemain belakang langsung melepaskan tendangan keras yang tidak dapat dihalau penjaga gawang Persamba. Pertandingan sempat terhenti 11 menit, pemain Persamba meninggalkan lapanga sebagai bentuk protes.

Di babak kedua, pertandingan tetap berjalan dalam tempo tinggi, giliran Ikhasan Pamungkas membuktikan ketajamannya setelah menyontek bola ke gawang Persemal, skor berubah menjadi 3-2.

Kunci kemenangan Malaka ada pada kejelian Pelatih Adrianus Bria Seran. Sadar akan kekuatan lawan di lini tengah, pelatih Malaka menempatkan 5 pemain di lini tengah. Pola penyerangan dengan direct football dirubah, hasilnya Persamba kehilangan kendali permainan dan masuk dalam jebakan Laskar Manu Meo.

Gelaran ETMC sudah selesai, Malaka sukses melanjutkan tardisi tuan rumah, sukses sebagai penyelenggara dan sukses sebagai juara. Sejak ETMC 2010 di Kupang hingga 2017 di Ende, tuan rumah selalu menjadi juara. Kemenagan Malaka tidak sampai disitu, Herman Bere Asa gelandang jangkar Persemal terpilih sebagai Pemain Terbaik dan mengantungi hadiah Rp.10.000.000.- Tim Persemal terpilih sebagai tim Fair Play dan mendapat hadiah Rp.25.000.000.- Sedangkan Top Score diraih pemain Persena Nagekeo, Yohanes Christoforus Nono mendapat hadih Rp.10.000.000.-

Turnamen ETMC kabarnya dipantau pelatih Pra Pon NTT Riki Nelson, banyak pemain muda yang tampil kosnsiten, kita berharap pemain seperti Yoko, Andro Bere Asa, Yohanes Christoforus Nano, Ikhsan Pamungkas tidak luput dari pantauan Riki Nelson.

Selamat kepada Manu Meo Malaka sebagai champion ETMC 2019, dan sukses buat pemerintah Malaka yang telah menyelenggarakan kompetisi dua tahunan dengan meriah. ETMC kali ini dikemas seperti sebuah festival pariwisata, ada atraksi seni dan pertunjukan tenun seperti yang tersaji pada upacara pembukaan dan penutupan mala mini.

Masih banyak yang perlu dibenahi untuk kemajuan sepakbola NTT, salah satunya penyegaran Wasit dan menghadirkan roda kompetisi disegala jenjang usia. Pekerjaan rumah bagi Asosiasi Sepakbola PSSI Propinsi NTT agar kompetisi ini bisa diputar setiap tahun. Asprov PSSI NTT harus mendorong agar Askab/Askot bisa memutar roda kompetisi di masing-masing daerah. Jika roda kompetisi berjalan dengan baik yakinlah NTT akan menjadi pemasok pemain bagi PSSI disegala jenjang (kelompok umur).

Sampai jumpah di El Tari Memorial Cup 2021 di Kota Renha Rosari, Larantuka. Bravo sepakbola NTT, salam Flobamora bangkit. (*)