20 Paguyuban Seni Gelar Seni Desa  Dengan Thema Budaya Membangun Peradaban Desa Sumbermulyo

Bantul – Seni Reog, Kerocong, dan Paduan Suara merupakan sebagian dari lebih dari 20 paguyuban seni di Desa Sumbermulyo, Bambanglipura, Bantul. Pada hari Minggu. 4 Agustus 2019 ketiga kelompok tersebut tampil dalam Gelar Seni Desa Sumbermulyo dengan tema “Budaya Membangun Peradaban Desa Sumbermulyo”.

Gandung Pardiman, anggota DPR RI yang peduli kebudayaan memberikan sambutannya. Pada sambutannya Gandung Pardiman mengatakan bahwa Gelar Seni semacam ini akan memperkuat budaya bangsa dan memperkokoh Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bernegara. Selanjutnya, Insyaallah akan diakan festival Reog se DIY untuk memperingati hari Kesaktian Pancasila.

Dalam kesempatan itu Gandung Pardiman menyerahkan sejumlah dana pembinaan bagi paguyuban-paguyuban seni yang tampil dan tentu saja kepada panitia penyelenggara.

Setelah memberi sambutan, Gandung Pardiman membuka secara resmi acara tersebut yang berlangsung atas kerjasama pihak Desa Sumbermulyo dengan Program Pembinaan dan Pengembangan Wilayah Seni (P3 Wilsen) Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

P3 Wilsen adalah salah satu dari beberapa program penyuluhan seni dari Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat. P3 Wilsen melibatkan 6 mahasiswa dan 2 dosen sebagai pembina. Baik mahasiswa maupun dosen berasal dari jurusan yang berbeda dan pelaksanaannya berlangsung selama satu bulan.

Ada beberapa bidang seni yang dibina dan dikembangkan sesuai kesepakatan dengan pihak Desa, dan kali ini bidang seni pertunjukan.

Menurut Supriyanto, Ketua Panitia Penyelengara, acara tersebut merupakan kali pertama dan ke depannya akan diselenggarakan rutin setiap tahun dengan dana dari APB Desa. Adapun acara yang berlangsung di Lapangan Ganjuran tersebut menampilkan Paduan Suara Ibu-Ibu Desa Sumbermulyo, Gita Cemara, yang beberapa hari lalu mendapatkan Juara Pertama Lomba Paduan Suara PLKB Tingkat Kabupaten Bantul.

Gita Cemara menampilkan 3 lagu. Satu di antaranya Mars Desa Sumbermulyo lagu ciptaan Drs. R. Taryadi, M. Hum salah satu dosen pembina. Memang ibu-ibu cukup berbakat. Lagu tersebut dipelajari hanya beberapa hari saja dan dapat mereka tampil dengan memukau.

Kelompok Keroncong Senandung Cemara juga tidak kalah memukau dengan tampilan 3 lagunya. Lagu yang ditampilkan lagu keroncong Rangkaian Melati serta lagu Jawa dan Indonesia yang dikemas dalam musik keroncong dengan aransemennya sederhana masing-masing Kertonyono Medhot Janji dan Harusnya Aku.

Penampilan Reog kali ini diapresiasi dengan dipilih sebagai penampil terbaik pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Ada empat paguyuban yang tampil maksimal dengan ciri khas pedukuhan masing-masing.

Adapun peraih penampil pertama sampai sampai keempat berturut-turut Paguyuban Reog Kusuma Yudha Dhusun Kedon, Reog Wiro Mudho Dusun Kaligondang, Reog Taruna Kridha Budaya Dusun Tangkilan, dan Reog Catur Manunggal Gedhogan Dusun dan Gunungan. (ita)