Viktor Laiskodat Tidak Direkomendasikan Jadi Menteri, Ada 5 Figur NTT Yang Dianggap Layak

JAKARTA – Relawan JO’MARI FLOBAMORA NTT mengusulkan 5 nama putera NTT jadi Menteri Kabinet Indonesia Kerja Jilid II.

Adapun alasan Relawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (JO’MARI FLOBAMORA) tidak merekomendasikan Viktor Bungtilu Laiskodat,Gubernur NTT karena mereka ingin agar Viktor fokus membangun NTT.

“Jangan diganggu dulu biarkanlah pak Viktor fokus bekerja membangun Nusa Tenggara Timur (NTT) dari berbagai keterpurukan dan keterkebelakangan”, tegas Ketua Umum Relawan Jo’mari Flobamora Mikael Umbu Saza,SE.

Jo’mari Flobamora menilai secara eksistensi dan kapasitas pak Gubernur NTT dengan berbagai terobosan dalam mewujudkan pembangunan di NTT cukup layak menjadi menteri di Kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin, namun untuk saat ini Viktor Laiskodat lebih dibutuhkan oleh masyarakat NTT. Untuk itu kami memohon agar Pak Jokowi tidak meminta beliau masuk dalam gerbong Kabinet Indonesia Kerja Jilid II.

Menurut Mikael Umbu Zasa yang juga ketua DPP IKBS (Ikatan Keluarga Besar Sumba), sosok seperti pak Viktor Bungtilu Laiskodat masih sangat dibutuhkan untuk membawa perubahan bagi propinsi kepulauan NTT. Untuk itu kami dengan tegas tidak akan mengijinkan jika ada pihak lain yang menghendaki beliau masuk dalam gerbong KIK jilid 2. Adapun pengamatan kami justru ibu Juli Laiskodat yang lebih pas karena latar belakangnya sebagai pengusaha juga keterlibatan beliau di pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif dengan pemberdayaan tenun ikat dan beraneka ragam makanan di NTT dan sebagai tokoh perempuan yang juga bisa menjadi pertimbangan.

Dalam pertemuan relawan Jo’mari Flobamora di Lembah Cibubur, sabtu, 24/8/2019 mengkerucut 5 orang figure NTT yang layak untuk dipertimbangkan Jokowi untuk masuk dalam gerbong Kabinet Kerja II. Kelima figure tersebut terdiri dari Komjen Pol.(Pur) Drs. Gorries Mere, Andi Gani Nena Wea,SH, Dra.Francisia Saveria S.Ery Seda,MA.Ph.D, Drs.Johni Plate,MBA, Yosef D.M.Djakababa,MA,Ph.D.

Nama kelimanya cukup menonjol dalam pembahasan internal relawan dan pengurus Jo’mari Flobamora. Gorries Mere merupakan Staf khusus Presiden saat ini yang intens mendukung Jokowi di balik panggung politik khusus bidang INTELKAM , Andi Gani Nena Wea merupakan Presiden KSPI salah satu organisasi buruh yang punya pengaruh didunia tenaga kerja dan menjadi garda terdepan di panggung perdebatan Pilpres 2019. Komisaris Utama PT PP (Pembangunan Perumahan) ini bisa mewakili professional dan kelompok milenial.

Sementara ibu Ery Seda merupakan putri alm.Frans seda tokoh Nasional asal NTT. Ibu Ery yang aktif di bidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan merupakan intelektual yang bisa mewakili professional dan kaumperempuan serta pemerhati sosial.

Menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johni G Plate dianggap sebagai tokoh yang punya peran selama masa kampanye khususnya di ruang publik sebagai wakil ketua TKN . Satu lagi pemuda dari Pulau Sumba, Yosef D M Djakababa, MA.Ph.D yang kami anggap juga punya integritas dan kompetensi dari kalangan pengusaha muda. Ahli Sejarah Internasional dan pencinta dunia pendidikan dan kebudayaan bisa menjadi bahan pertimbangan Bapak Jokowi, tegas Mikael Umbu Zasa,SE Ketua Umum Relawan Jo’mari Flobamora.

Ditemlat terpisah Sekjen Kibar Indonesia yang juga asal NTT Frans Watu menilai, kelima tokoh ini punya kapasitas dan tidak diragukan lagi nasinalismenya. Ada kesamaan dari kelima kandidat ini, yaitu pada loyalitas dan kerja keras serta perjuangan sepenuh hati untuk memenangkan Jokowi pada saat kampaye Pilpres 2019 lalu.

Kehadiran kelima tokoh asal NTT ini diharapkan bisa menjawab dan membantu kebutuhan Presiden Jokowi dalam menghadapi tantangan nasionalisme dan paham radikalisme yang terus dihembuskan dalam upaya mengganggu kinerja pemerintah ke depan, tutur Frans Watu.

Jo’mari telah membahas secara seksama dan mengajukan nama-nama yang tepat untuk membantu bapak Presiden di Kabinet Jilid II , karena Jo’mari ingin agar kabinet ini nantinya dapat bekerja efektif untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang lebih baik.

“Relawan Jo’mari Flobamora – NTT sebagai organisasi relawan Resmi di TKN JKWMA yang telah membuktikan hasil kerja keras dan Perjuangan untuk mendukung kemenangan Jokowi dan KH Maruf Amin dengan pencapaian 90% suara dari masyarakat di bumi FLOBAMORA NTT. Untuk itu kami ikut bertanggung jawab secara moril atas jalannya pemerintahan ke depan. Kami hanya ingin sumbang saran dan masukan buat Presiden Jokowi. Bahwa nantinya diterima atau tidak usulan kami itu hak prerogatif presiden yang harus kami hormati,” ujar Umbu Zasa di Sekretariat Jo’mari Flobamora di Lembah Cibubur.

Sosok yang tepat membantu Jokowi nantinya tak cukup hanya karena telah berjuang habis-habisan memenangkan Jokowi-Amin, tetapi juga harus memiliki integritas dan kemampuan yang mumpuni dalam memimpin organisasi serta cepat mengambil solusi dan keputusan menghadapi permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kemampuan-kemampuan tersebut diyakini ada pada putera-puteri terbaik NTT yang kami rekomendasikan, lanjut Umbu Zasa.

Layak tidaknya seseorang menjadi pembantu presiden bergantung pada kemampuan berpikir, bertindak, mengambil keputusan, loyalitas serta riwayat perjuangan, karena di periode kedua ini Jokowi butuh pekerja yang tangguh dan berani mengeksekusi program yang dia canangkan, Jokowi tidak terlalu butuh orang pintar tapi orang cerdas yang berpikir taktis dan berintegritas menuju INDONESIA MAJU dan BERSIH. (fw)