SBS SANG FENOMENAL (Sebuah Catatan Reflektif Menyongsong Pilkada Malaka 2020) oleh Wartawan Boni Atolan

Tidak mudah menjadi SBS, saya pribadi tidak akan sanggup. Difitnah siang-malam, ia tak ambil pusing. Disebut sombong, angkuh bahkan sebutan kasar lainnya. Ia tak pernah sekalipun berusaha membalas ataupun mencederai pemfitnah-pemfitnahnya.

Siang kemarin, kembali publik menyaksikan SBS sang Fenomenal. Dia muncul di tengah lalulintas para Bakal Calon Bupati dan Wabup Malaka mendaftarkan diri ke Partai Gerindra. Sontak orang-orang terkejut. Beberapa orang yang menyaksikan pawai ribuan pendukung yang menghantar SBS ke Kantor DPC Gerindra Kabupaten Malaka menyatakan merinding.

Kemunculan itu sebenarnya sederhana, tetapi tidak untuk seorang Bupati. Ini Bupati luar biasa. Begitu kurang lebih kehebohan orang-orang. Memang agak berlebihan, tapi begitulah faktanya.

SBS ini benar-benar dimunculkan oleh jaman. Ia bukan tipe orang yang berjalan merunut jalur. Selalu out of the box. Ia sengaja menempuh jalan paling berisiko, tak mau memilih langkah aman.

Lihat program kerjanya yang melawan rintangan. Baginya tak ada yang mustahil. Keinginannya begitu kuat. Dan ia percaya, selama ada kemauan, di situ ada jalan.

Malam pembukaan Eltari Memorial Cup NTT beberapa waktu lalu adalah malamnya SBS. Semua mata di seluruh penjuru NTT menatapnya. “Ini Bupati dari Provinsi paling bungsu di NTT. Dia anugerah bagi NTT dan Malaka khususnya.

Sebaliknya, ia menjadi ujian terberat bagi pembencinya. Karena kehabisan cara, mereka terus memfitnahnya. Pada dasarnya, apapun yang dilakukan SBS akan salah di mata mereka.

Serangan masif melanda sang fenomenal, datang bertubi-tubi dengan berbagai cara, namun sang fenomenal tidak membalas dengan cara yang sama, malah mengedukasi para pemilih dan lawan politiknya. Hanya satu tujuan yang di incar lawan politiknya, yaitu sang petahana harus kalah di Pilkada Malaka.

Kembalinya SBS mencalonkan diri menjadi Bupati Malaka periode 2021-2025 disadari atau tidak, menjadi harapan dan kerinduan masyarakat Malaka selama ini.

Oleh karena itu, kehadiran dirinya untuk menjadi calon Bupati lewat jalur parpol bukan atas inisiatifnya, melainkan keinginan dari masing-masing masyarakat di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Malaka.

Tentunya, respon masyarakat sangat meluap setelah dirinya menyatakan siap bersama seluruh masyarakat dan semua saudara, keluarga dan seluruh masyarakat di Malaka untuk berjuang di pilkada 2020 ini sampai sukses dan menang.

SBS, kini merupakan figur yang selama ini menjadi penerang hati dan pikiran masyarakatnya. Sosok intelektual berpengaruh memiliki magnet elektoral yang sangat kuat.

Beberapa kalangan menilai, sosok SBS akan melejit namanya dibandingkan figur-figur lain yang akan meramaikan Pilkada Malaka nanti. SBS sudah mematangkan strategi dan program visi-misi yang di cita-citakan oleh segenap kepentingan masyarakat Malaka untuk bersatu dan merapatkan barisan rakyat Malaka sebagai pengikat perjuangan dalam menggapai keberhasilan, untuk kemenangan kelak.

Catatan! Figur SBS saat ini menjadi sosok yang fenomenal saat mengunjungi Sekretariat DPC PDIP Malaka dan DPC Partai Gerindra Malaka untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Malaka Periode 2020 – 2025.

Meski baru sebatas datang untuk mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati, namun SBS telah menunjukan kedigdayaannya dengan dihantar ribuan massa pendukungnya di Kota Betun. Selain menghentak Betun, ratusan iring-ringan kendaraan masa pendukung SBS ikut memacetkan ibu kota Kabupaten Malaka ini. (*)