Persami Maumere Pulang Kampung – Kalah Telak 5-0 Dari Lembata

Ende – Langkah Laskar Nian Sika, Persami Maumere sudah dipastikan tersingkir dari turnamen Soeratin Cup U – 17 tahun 2019. Empat laga yang sudah dimainkan Laskar Horo, Persami Maumere tidak berhasil mengumpulkan poin. Pada laga penutup sore ini 16/10, yang berlangsung di Stadion Marilonga Ende, Persami Maumere kembali menelan kekalahan telak 5-0 dari Persebata Lembata.
Laga antara Persami Maunere berhadapan dengan Laskar Ikan Paus Lembata, dipimpin wasit utama Maxem Boro ll, dengan asisten wasit satu Olgan Supratman, dan asisten wasit dua Husni. Membutuhkan kemenangan untuk kembali membuka peluang bersaing dalam hitungan poin mencari urutan ketiga terbaik group.

Laskar Persebata langsung mengambil inisiatif penyerangan dan mendominasi penguasaan bola selama laga berlangsung. Sebaliknya Laskar Horo Persami Maumere yang pada tiga laga sebelumnya menderita kekalahan menurunkan pemain lapis kedua.

Bertekat meraih poin penuh pada laga terakirnya, Persebata berhasil mencuri gol cepat pada menit ketujuh. Stiker Persebata, Abdulah Gani yang berdiri bebas dalam kotak penalti Persami Maumere langsung menyambar bola sepak pojok dan berhasil menaklukan penjaga gawang PersamiAndreas Lina.

Laskar Ikan Paus Lembata unggul atas Persamu 1-0. Unggul satu gol, Persebata terus melakukan tekanan memanfaatkan kelemahan pemain belakang Persami yang menurunkan pemain lapis keduanya. Hasilnya pada menit ke 26, Persebata kembali menambah gol kemenangan melalui kaki Abdulah Gani. Gol kedua Abdul Gani memanfaatkan lemahnya koordinasi dua senter bek Laskar Nian Sika. Tertinggal dua gol, Manager Persami Maumere, Ferdy MBW dibabak perrama melakukan rotasi pemain dengan memasukan empat pemain lapis pertamanya. Sayangnya usaha Persami Maumere mengejar ketertinggalannya tidak membuahkan hasil.

Sementara dari Tim Persebata Lembata, Pelatih Persebata juga melakukan rotasi dengan memasukan tiga pemain pengganti. Namun upaya kedua tim untuk mengejar ketertinggalan dan menambah keunggulan tidak membuahkan hasil. Hingga wasit utama Maxem Boro meniup puit tanda jeda babak pertama, kedudukan tidak berubah, Laskar Ikan Paus Persebata Lembata unggul sementara 2-0 atas Persami Maumere.

Memasuki babak kedua, Persebata kembali mengambil inisiatif penyerangan. Memanfaatkan kelemahan Pemain Persami yang hampir merata disemua lini, Persebata Lembata berhasil menambah tiga gol kemenangannya.

Laga babak kedua baru berjalan empat menit, plaimeker lincah bertubuh kecil, Yosep Aur (18) berhasil melakukan solo run melewati tiga pemain belakang Persami Maumere. Tinggal berhadapan dengan Penjaga gawang Persami Maumere, Andreas Linon, Yosep Aur melepaskan tendangan keras dari jarak dekat kepojok kanan gawang yang tidak mampu ditepis penjaga gawang Persami Maumere. Persebata kembali memperlebar keunggulan dengan skor sementara 3-0.

Tertinggal tiga gol, Manager Persami, Ferdy MBW kembali memasukan libero utamanya memanfaatkan jatah sisa satu pergantian pemain. Masuknya libero utama Persami ini sedikit mengurangi tekanan dari para pemain Persebata. Sayangnya situasi ini tidak bertahan lama setelah satu pemain Persami mengalami cedera dan tidak mampu melanjutkan permainan. Praktis tim Persami bermain dengan sepuluh orang.

Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan stamina, Persebata kembali meningkatkan tempo permainannya. Hasilnya pada menit ke 52 striker Persebata Lembata, Abdulah Gani (11) berhasil menciptakan hatrik dengan melepaskan tembakan menyusur tanah dari luar kotak penalti. Lagi-lagi bola datar tersebut tidak mampu diantisipasi penjaga gawang Persami Andreas Lina. Persebata memperbesar keunggulan menjadi 4-0. Tertinggal empat gol, Laskar Nian Sika kian terpuruk dan hilang pola permainan yang menjadi ciri anak-anak Maumere.

Pada menit ke 63 babak kedua, lagi-lagi Abdulah Gani, striker Persebata menjadi mimpi buruk bagi Laskar Nian Sika yang pernah menjadi kampium Eltari Memorial Cup tahun 2015. Gol keempat Abdul Gani yang dilesakan kegawang Persami Maumere hasil kerja sama satu dua dengan libero Persebata Yosep Aur. Umpan pendek terukur dari Yosep Aur diselesaikan dengan baik oleh Abdul Gani dengan melepaskan tendangan setengah voly yang bersarang di sudut kanan gawang Persami. Untuk kelima kalinya penjaga gawang Persami Maumere Andreas Lina memungut bola dari dalam gawangnya.

Unggul lima gol atas Persami, Laskar Ikan Paus Persebata mengendorkan tekanan dan bermain sefty menjaga arealnya sendiri. Kondisi ini dimanfaatkan ole Pemain Persami dengan berbalik menekan. Sayangnya usaha yang dilakukan para pemain Persami hingga peluit panjang dibunyikan wasit Maxem Boro tidak merubah keadaan. Persebata berhasil mempertahankan kemenangan atas Persami Maumere dengan skor telak 5-0, sekaligus membuka peeluang menjadi urutan ketiga terbaik dari tiga group.

Peluang anak asuh Welem Senegal ini tinggal menunggu hasil pertandingan terakur babak penyisihan yang akan dimainkan Kamis 17/10. Saat ini dengan koleksi enam poin peluang Persebata kembali terbuka lebar. Pada penyisihan terakir Group II akan mempertemukan sang juara bertahan Perseftim Flores Timur berhadapan dengan PSKK Kota Kupang. Untuk sementara PSKK mengantongi Poin tiga sama dengan Persesba Sumba Barat yang akan berhadapan dengan tim tuan rumah Perse Ende yang sudah mengantongi nilai enam dari tiga laga yang sudah dimainkan.

Jika PSKK Kota Kupang mampu mengatasi tim Juara bertahan Perseftim Flores Timur maka PSKK akan mengantongi nilai enam. Begitupun dengan tim dari Pulau Sumba Persesba Sumba Barat. Jika mampu mengantongi kemenangan atas tim tuan rumah, maka Persesba Sumba Barat juga mengantongi poin enam. Empat tim mengantongi poin sama yakni Perse Ende, Persebata Lembata, PSKK Kota Kupang dan Persesba Sumba Barat akan dihitung prosuktifitas gol.

Jika hasil berbalik Perseftim mampu menjikakan laskar abu nae PSKK Kota Kupang, dan Perse Ende mampu mengandaskan Laskar Sandhelwood Persesba Sumba Barat, maka peluang Persebata berlaga dibabak knouk out bisa terwujut. Begitupun dengan PSK Kabupaten Kupang yang saat ini mengantingi nilai empat dan untuk sementara sudah masuk kotak, peluangnya bisa kembali hidup jika Perseftim dan Perse pada laga pamungkas babak penyisihan keluar sebagai penenang. Hingga saat ini lima tim sudah pasti tersingkir dari turnamen Soeratin Cup U 17 tahun 2019.

Kelima tim tersebut diantaranya, PSKN Kefamenanu, Putra Oesao, PSK Kabupaten Kupang, Persami Maumere dan Persewa Waingapu. (Sobar/berbagai sumber)