Perse  Ende Nyaris Dipermalukan PSK Kupang di Kandang Sendiri

Ende – Kesebelasan tuan rumah, Perse Ende nyaris dipermalukan PSK Kupang pada lanjutan  penyisihan grup di stadion Marilonga, Selasa (15/10) sore. Pada partai ini Perse Ende bermain tidak maksimal sepanjang pertandingan dan baru menemukan cirikhas permainannya pada sepuluh menit terakhir.

Perse Ende yang turun di partai ketiga penyisihan grup melawan PSK Kupang yang digelar di stadion Marilonga Ende, Selasa ( 15/10) sore harus berjuang ekstra untuk meraih poin penuh. Berlaga di hadapan  Persemania, laskar kelimutu muda tidak mudah memenangi duel ini. Perse  Ende  susah payah  dan menunggu hingga ekstra time untuk memastikan poin penuh.

Ketatnya persaingan di grup B bagi tuan rumah kemenangan partai ini menjadi harga mati karena Perse baru mengoleksi poin tiga. Berlaga di kandang sendiri sebenarnya menjadi modal berharga karena didukung penuh Persemania. Namun saat di lapangan Perse Ende dan ribuan Persemania dikejutkan dengan perlawanan keras dari PSK Kupang.

Penampilan anak – anak  Perse yunior di babak pertama terkesan tidak maksimal dan tidak menunjukkan performanya. Perse kehilangan ritme permainan di awal babak pertama dan baru mulai bangkit  di pertengahan babak  ini.

Setelah menemukan irama permainannya Perse balik menekan PSK Kupang. Meski  terus menekan pertahanan kabupaten Kupang namun tidak membuahkan hasil dan malah gawang Perse yang harus kebobolan diakhir babak  pertama. Gawang Perse Ende dibobol pada menit ke 35 oleh sang striker PSK  Kupang,  Redemtus Ole Ona (7) setelah mendapatkan umpan dari sisi kanan gawang Perse.  Keunggulan PSK Kupang   ini bertahan hingga wasit Ornes  Loemau meniup  peluit panjang  turun minum babak pertama.

Meskipun sudah tertinggal di babak pertama namun Persemania tetap bernyanyi dari tribun memberikan semangat Perse. Di babak kedua Perse Ende terus menekan dan mengurung pertahanan PSK Kupang. Beberapa peluang emas yang didapatkan oleh  Muhamad Aliman (10) belum memberikan hasil bagi Perse untuk menyamakan kedudukan.

Tekanan demi tekanan dan pelatih Perse, Rizaldi Ambuwaru juga melakukan rotasi pemain dengan memasukan  beberapa pemain baru. Perubahan  formasi juga  dilakukan oleh  tim pelatih untuk menembus pertahanan PSK  Kupang dan menciptakan gol. Usaha dari laskar Kelimutu yunior ini baru terwujud di menit ke- 86 berawal dari pelanggaran di depan gawang PSK Kupang. Sang gelandang Perse, Mirza Rasid ( 10), putra dari legenda Perse, Ahmad Paijan berhasil menempatkan bola ke rusuk kanan gawang PSK Kupang dan tak dapat dihalau oleh penjaga gawang.

Gol di menit akhir pertandingan ini semakin memberikan semangat bagi  Perse Ende untuk memanfaatkan sisa waktu partai ini. Tim kesayangan masyarakat Kabupaten Ende harus menunggu hingga ekstra time dan secara dramatis  untuk memenangkan partai  ini  dengan skor 2- 1. Sang striker Perse, Muhamad Aliman (9) membuktikan dirinya sebagai tukang gedor yang layak menempati skuad utama. Berawal dari  aksi soloran yang dilakukannya dari  sisi kiri pertahanan lawan, Aliman yang mampu melepaskan diri dari  dua pemain belakang PSK Kupang berhasil menciptakan gol kedua bagi Perse. Gol ini tercipta di menit ke 91 atau ekstra  time partai ini. Gol ini disambut gembira dan sorakan  dari ribuan Persemania yang sudah menunggu sejak awal pertandingan.

Dengan kemenagan ini maka Perse Ende membuka peluang atau memiliki peluang lolos dari grup B karena masih menyisahkan satu partai melawan Persesba di partai keempat. Sementara anak – anak Kabupaten Kupang harus menguburkan mimpinya lolos ke babak delapan besar karena hanya mengantongi empat poin dari empat partai yang dilakoninya.

Pelatih Perse Ende, Rizaldi Ambuwaru, usai pertandingan mengatakan bahwa anak asuhnya memang bermain jelek di sepanjang partai ini. Menurutnya timnya baru menemukan permainan pada sepuluh menit terkahir babak kedua dan berhasil menciptakan dua gol. Dikatakannya bahwa anak – anak bermain jelek karena terprovokasi dengan permainan lawan yang terkesan keras sehinga Perse kehilangan pola main. Risaldi juga mengaku senang meski dalam posisi tertekan namun anak asuhnya berhasil keluar dan meraih kemenangan.

” Mereka baru mulai menemukan permainan itu pada sepuluh menit terkahir. Sejak awal mereka bermain buruk  karena terprovokasi dengan permainan lawan. Kita bangga dan kemenangan ini masih memberikan peluang bagi perse maju ke babak berikutnya” (ran/berbagai sumber)