Copa Flobamora : Manu Meo FC Dan PS Ngada Siap Amankan Tiket 8 Besar.

Turnamen Copa Flobamora I tahun 2019 kini memasuki pertandingan yang sangat menentukan langkah masing-masing tim di grupnya. Turnamen yang memperebutkan Piala bergilir Gubernur NTT dan sepatui Emas Sinyo Aliandoe ini diselenggarakan oleh Diaspora NTT Jakarta, saat ini dimainkan di dua venue yaitu GOR Ciracas dan Lapangan Yonkaf 7 Cijantung.

Grup A yang dihuni Kupang FC, Alor Selection, Maumere FC, Hau Meni (TTS), Manu Meo FC (Malaka) merupakan salah satu grup neraka yang penentuan juara dan runner up akan ditentukan pada pertandingan terakhir antara Maumere vs Kupang FC. Satu tiket grup ini sudah hampir dipastikan dikantongi Manu Meo FC yang telah mengantongi dua kali kemenangan dan masih menyisahkan dua pertandingan melawan Alor Selection dan Hau Meni.

Melawan Hau Meni yang merupakan salah satu tim terlemah di grup ini bukan lawan yang sepadan bagi Manu Meo. Pada pekan lalu Hau Meni dicukur Alor Selection dengan skor telak 11-1, sedangkan Manu Meo melibas Maumere FC 3-2.

Grup B hari ini memainkan partai yang tak kalah seru antara PS Ngada Jakarta vs IKBS Sumba Timur. Bagi Ngada ini pertandingan ke tiga, jika mereka mampu melakukan hatrik maka sudah pasti satu tiket di grup ini menjadi milik mereka. sebaliknya jika IKBS mampu merubah prediksi para pengamat bola diaspora NTT maka pertarungan memperebutkan dua tiket masih seru. Selain IKBS ada Belu FC yang merupakan salah satu tim yang berpeluang melaju ke babak delapan besar. Jika Ngada kalah vs IKBS maka partai hidup mati akan terjadi pada pertemuan Belu vs Ngada di pekan depan.

Dihukumnya Manggarai FC dari Turnamen yang merebut total hadiah 150 juta ini membuat persaingan di grup D tinggal menyisihkan empat tim, Tite Hena FC (Flotim), Matim United (Manggarai Timur), Rote Himapir dan Manda Elu FC (Sumba Barat).

Pertemuan hari ini antara Matim United vs Manda Elu FC di Lapangan Yonkaf merupakan partai hidup dan mati bagi kedua tim. Jika Matim mampu menggilas Manda Elu FC, satu tiket dari grup ini bisa mereka amankan. Pertemuan ke dua tim dengan permainan attacking football ini sangat dinantikan masyarakat bola NTT Jakarta.

“Ini pertemuan perdana ke dua tim yang di huni banyak pemain muda U-23, yang punya kecepatan dan sportivitas yang tinggi jadi enak untuk ditonton”, tutur Very Nelson Bili mantan striker PSK Kupang.

Matim United punya permainan bagus, secara tim mereka bermain bagus saat tampil perdana melawan Rote Himapir kelemahan mereka pada finishing touch dan tidak adanya gelandang yang mampu mengcreate serangan. Manda Elu punya fighting spirit dn skill individu yang bagus tapi problem yang sama lemah dalam penyelesaian akhir. Mungkin kemarin pertandingan perdana bagi ke dua tim jadi masih belum bisa adaptasi dengan tekanan penonton dan lapangan, kita tunggu saja hari ini.

Empat tim di grup ini masih terbuka peluang maju ke babak selanjutnya, sama seperti grup C yang dihuni Ende FC, Garuda Kefa, Nagekeo FC dan Citra 35 Sabu, lanjut pria Sumba yang mengenal sepakbola di Perseden Yunior.

Sementara itu untuk mengenang sepak terjang mantan pemain dan pelatih nasional asal Flores Timur Sinyo Aliandoe, Panitia menyediakan Sepatu Emas bagi pencetak gol terbanyak (top score).

Nama Sinyo Aliandoe dikenal sebagai mantan pemain Persija dan PSSI.
Bersama Timnas Sinyoe Aliandoe pernah membawa Indonesia menjuarai Turnamen Aga Khan di Bangladesh, Piala Raja di Thailand dan Merdeka Games di Malaysia. Pelatih Timnas di Pra Piala Dunia 1986 juara sub grup mengalahkan India, Bangladesh, Thailand dan dikalahkan Korea Selatan pada perebutan juara grup D. saat itu Timnas Pra Piala Dunia diperkuat Dede Sulaiman, Ruly Nere, Her Kiswanto, wahyu dan Budi Tanoto.

Hingga pertandingan terakhir sudah 3 pemain yang bercokol di daftar top score dengan masing-masing mengantongi 2 gol adalah Florianus D.R (IKBS FC), Yanuarius (Maumere FC), Fortunatus L. (Tite Hena FC). (fw)