GERAKAN PEDULI HUTAN KORAMIL 1605-01/ATAMBUA

Belajar dari kejadian matinya sumber air yg ada di kawasan Tirta Motabuik adalah akibat dari kemarau panjang yg terjadi pada Tahun 2019. Hal tersebut diperparah oleh seringnya terjadi kebakaran hutan di kawasan Hutan Nenuk yg diakibatkan oleh adanya orang orang yg tidak bertanggung jawab yaitu membuang puntung rokok disepanjang jalan yg melintas kawasan hutan shg memicu kebakaran hutan,  oknum tangan tangan jahil yg dengan sengaja membakar hutan karena iseng, pencurian kayu atau alasan lain.
Yang jelas prilaku ini menjadi penyebab matinya tanaman yg masih remaja shg merusak ekosistem kawasan hutan Nenuk. Apabila hal tsb dibiarkan secara terus menerus maka dampaknya hutan  dan ekosistem di dalamnya akan musnah,  mata air kering dan mati,  sehingga kebutuhan air masyarakat akan sulit dipenuhi

Dalam rangka upaya memperbaiki kawasan Hutan Nenuk dan ekosistem yang ada didalamnya Kodim 1605/ Belu melalui Koramil 01 Atambua bersama masyarakat melaksanakan gerakan peduli hutan dengan melaksanakan penanaman beberapa jenis anakan  pohon. Hal tersebut sdh dimulai oleh Dandim 1605/ Belu Letkol Inf Ari Dwi Nugraha pada Hari Jum’at, tgl 13 Desember 2019. Sejak diawali penanamanya oleh Dandim 1605/Belu, maka penanaman selanjut Danramil 1605-01/Atambua Mayor Kav Yatman beserta para Babinsa dan masyarakat sekitar kawasan hutan berkomitmen utk  melanjutkan  menanam anakan pohon di kawasan Hutan Nenuk dengan target tanam sebanyak 15.000 pohon. Diharapkan ada peran serta dari lembaga, komunitas dan kelompok  masyarakat lainnya jika ingin terlibat dalam gerakan peduli hutan tsb. Pada Gerakan peduli Hutan ini di sediakan oleh UPT Kehutan Kab Belu dan Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 15.000 anakan pohon dengan beberapa jenis antara lain Mahoni, Flamboyan, Asam, Jambu Mente, jati putih dan kelor. Selain itu dari pihak PDAM juga menyediakan pohon beringin utk ditanam pada kawasan sumber ait tirta.

Upaya pelestarian Hutan dan ekosistem yg didalamnya perlu peran serta dari semua pihak utk menjaga dan mensosialisasikan upaya tsb dengan baik. Maka dengan ini tdk boleh ada lagi pencurian kayu, tdk boleh melakukan pembakaran baik sengaja maupun tdk sengaja,  tdk boleh mencabut anakan pohon baik yg ditanam maupun tumbuh sendiri, tdk boleh menggembala ternak sapi atau lainya sehingga dapat menggagalkan upaya pelestarian hutan dan ekosidtem di dalamnya.
Pemerintah dalam hal ini pihak pihak terkait diharapkan dapat memberikan rambu rambu hukum yg jelas dan tegas bagi pelanggar yg dapat mengakibatkan kerusakan hutan. Sehingga upaya- upaya pelestarian hutan dapat berjalan dengan sukses. Jika upaya tsb berhasil maka dapat diyakini pada masa lima tahun kedepan hutan Nenuk akan lebih lebat, ekosistem yg ada di dalamnya akan lebih lestari serta sumber air tirta akan muncul lebih besar  daripada saat ini. (boni)