Menjelang Tutup Tahun 2019, Ollies Datau Ajak Kader LIRA Instropeksi.

Menjelang berakhirnya tahun 2019, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) dibawah kepemimpinan Presiden LIRA Ollies Datau mengumpulkan kader dan Pengurus LIRA untuk melakukan refleksi, apa yang telah LIRA perbuat bagi bangsa dan negara khususnya dalam mengawasi proses pembangunan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

LIRA yang lahir dari embrio Blora Center, selama ini fokus pada pengawasan dan transparansi pengelolaan Negara. Berbagai kasus KKN sudah banyak diungkap oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang pernah digawangi Jusuf Rizal.

Diera kepemimpinan Ollies Datau arah perjuangan LIRA lebih fokus pada program pengembangan sektor ekonomi dan pemberdayaan perempuan. Ollies Datau membawa pergerakan LIRA lebih soff hal ini terkait dengan latar belakang Presiden LIRA yang punya back graund sebagai entrepreneur.

Menurut perempuan berdarah Gorontalo ini, kehadiran organisasi kemasyarakatan maupun Lembaga Swadaya Masyarakat saat ini sudah berbeda dengan gerakan di era kepemimpinan Presiden SBY.

“Jaman Jokowi saat ini semuanya terbuka dan serba transparan, kalau kita mau cari duit untuk membesarkan organisasi ya harus dengan membangun jiwa entrepreneur”, tegas Ollies Datau di Rumah LIRA Tebet Timur Dalam, Jakarta Selatan.

Acara refleksi akhir tahun ini digagas dalam rangka mengkonsolidasi organisasi menjelang 2020. Untuk itu Ollies mengajak para pengurus untuk intropeksi diri, dan harapannya apa yang dilakukan di Dewan Pimpinan Pusat dapat diikuti oleh LIRA di tingkat Propinsi dan Kota/Kabupaten di seluruh Indonesia.

LIRA pada tahun 2020 akan kembali melaksanakan Musyawarah Nasional (Munas) yang ke-3. Ollies memimpin LIRA setelah menggantikan Jusuf Rizal pada Munas ke-2. Saat itu Ollies sebagai calon tunggal yang mendapat dukungan dari Jusuf Rizal dan kader LIRA se Indonesia.

Dalam paparannya dihadapan Pengurus DPP LIRA, Ollies mengharapkan kerjasama dan keakraban yang telah terbina antara Pengurus dan Pembina serta Lembaga Sayap Organisasi terus dijaga. Hubungan pusat dan daerah dan sebaliknya daerah dan pusat yang selama ini telah terbangun dengan baik perlu diintensifkan lagi. Karena itu intropeksi diri para Pengurus LIRA Pusat penting, sehingga kita paham apa yang kurang dan apa yang mesti kita benahi kedepan, tegas Ollies yang selalu tampil penuh senyum dan kecerahan di hadapan kader LIRA.

Kita tahun depan akan merancang agenda Munas, jangan karena menjelang Munas lalu kita membelah organisasi, bukan itu tujuan Munas. Dengan adanya Munas menunjukkan kaderisasi dalam organisasi berjalan. Banyaknya kader LIRA yang berlomba dalam Munas nanti dan itu pertanda kaderisasi selama lima tahun ini berjalan, saya juga tidak mau menjadikan organisasi ini milik saya, ini milik kader silahkan berlomba, tegas perempuan yang yang selalu tampil modis.

Gagasan Ollies dalam memberi ruang bagi kader LIRA untuk maju dalam Munas mendapat apresiasi dari Gubernur LIRA DKI Jakarta, Davis Hutia Ruza dan sejumlah pimpinan LIRA di daerah.
“Ini gagasan bagus sebagai pimpinan nasional harusnya demikian, tidak berpikir untuk dirinya sendiri, karena setiap kepemimpinan ada masanya. Saya melihat Ollies punya style kepemimpinan yang perlu dicontoh, sayang kalau beliau tidak maju tapi kami DKI akan mendukung agar beliau maju lagi kecuali kalau beliau sudah siapkan kader terbaiknya “, tegas Davis.

Sementara itu Sekjend LIRA, Budi Siswanto mengharapkan dengan silaturahmi dan refleksi khir tahun ini, LIRA harus mampu memperkokoh posisinya sebagai perpanjangan tangan antara masyarakat dan pemerintah. Kader LIRA harus terus membuka komunikasi dengan Pemerintah di seluruh tingkatan.

Tumpengan menjadi simbol kebhinekaan yang melambangkan pluralisme LIRA yang berbeda namun saling menopang, itulah semangat LIRA, lanjut Budi.

Hadir mendampingi Presiden LIRA Ollies Datau, Wakil Presiden Bidang Ekonomi Yudhi Komarudin, Wakil Presiden Bidang Hukum Dr.Andi Syafrani, Bendahara Umum Arinta Lenggono dan sejumlah fungsionaris dan Pembina LIRA. (fw)