RSUPP Betun Segera Ditata Jadi Rumah Sakit Rujukan Representatif di Kawasan Perbatasan RI -RDTL

Malaka – RSUPP Betun segera ditata menjadi Rumah Sakit Rujukan representatif di Kawasan Perbatasan RI – RDTL yang akan diintervensi langsung melalui program Kementrian Kesehatan RI.

Dalam konteks ini Penataan RSUPP Betun itu harus mencerminkan kualitas layanan kesehatan Indonesia yang bisa dipersembahkan bagi warga di daerah perbatasan termasuk bagi warga Timor Leste yang akan berobat di Kabupaten Malaka.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Lakalena saat melalukan Reses Perorangan untuk melihat dari dekat kebutuhan masyarakat termasuk menyampaikan perkembangan Komisi IX DPR RI dan mitra kerja serta isu yang dibawa termasuk apa yang dikerjakan di NTT yang digelar di Betun-Kabupaten Malaka, Sabtu (28/12-2019)

Dikatakannya, sesuai aspirasi dari Bupati dan rakyat Kabupaten Malaka maka Rumah sakit Umum Penyanggah Perbatasan Betun akan ditata menjadi Rumah Sakit Rujukan bagi beberapa Kabupaten di daratan Timor khususnya TTU, TTS, Belu sebagian, Malaka dan Perbatasan Negara Timor Leste .

“Hari ini kami datang untuk melihat secara langsung di lapangan dan akan memberikan intervensi sesuai kebutuhan”

” Dalam kunjungan ini kita harapkan bisa mendapatkan masukan terkait berbagai kebutuhan untuk mewujudkan rencana diatas.
Kami inginkan supaya RSUPP Betun ditata menjadi rumah sakit yang mencerminkan kualitas layanan kesehatan Indonesia yang bisa dipersembahkan bagi warga di daerah perbatasan termasuk bagi warga Timor Leste yang akan berobat di Malaka akan melihat bahwa pelayanan kesehatan indonesia itu sudah bagus dan dapat dilihat di Malaka. Dalam konteks itu kita berkunjung ke RSUPP Betun untuk diintervensi dan diperjuangkan Komisi IX DPR RI”.

“Khusus di NTT kita sudah bawa 16 orang dari Komisi 1X DPR RI berkunjung di Kupang dan kita bawa program yang sudah disepakati dengan Pempus untuk membangun rumah sakit umum pusat pertama di NTT yang dibangun di Kota Kupang”.

“Dengan membangun rumah sakit umum pusat pertama itu kita tidak akan rujuk lagi ke Denpasar, Surabaya atau Jakarta karena rumah sakit itu akan dilengkapi fakes dan tenaga medis yang memadai seperti di Bali, Surabaya dan Jakarta”.

“Dibidang Ketenagakerjaan kita akan bangun BLK Internasional yang dipusatkan di Kupang dengan format UPTD. Barangnya Pusat tetapi ditaruh di daerah”.

“Tenaga kerja kita untuk legalitasnya akan dibantu LTSA ( Keimigrasian) . Sementara untuk keahliannya /keterampilannya akan disiapkan BLK Internasional”. (boni)