Muhamad Jumadi,ST,MM : Masyarakat Harap Tenang, Jangan Terprovokasi Sosmed.

Tegal – Pemerintah Kota Tegal melakukan klarifikasi beredarnya berita penyebaran wabah virus korona di Kota Tegal sekaligus mengajak masyarakat agar meningkatkan kesiagaan. Hal itu disampaikan Wakil Walikota Tegal dan jajaran Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah dalam menanggapi kasus penyebaran virus tersebut yang telah dikonfirmasi di sejumlah negara Asia Tenggara.

Di Kota Tegal beredar issu melalui sosial media (medsos) adanya pasien terjangkit virus korona di RSUD Kardinah Kota Tegal. Menjawab rumors yang beredar adanya pasien RSUD Kardinah yang terserang virus Korona, Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi ST. MM. bersama Plt Direktur RS Kardinah Tegal dr. Hery Susanto, Sp.A, Kepala Humas Pemkot Dra. Bintang Takarini, melakukan Press Conference di ruang pertemuan RSUD Kardina Selasa (4/2/20)

“Yang penting masyarakat tetap tenang dan jangan terpengaruh issu yang beredar di sosial media (sosmed). Saya mengajak media baik cetak maupun elektronik untuk bersama sama memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Sampaikan informasi dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat, bagaimana langkah-langkah pencegahan terhadap virus tersebut” ujar MJ di RSUD Kardinah Tegal.

Sebagai langkah preventif, pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau suhu tubuh penumpang yang tiba di Indonesia dalam rangka pemeriksaan awal. Pengecekan lewat scanner dilakukan bagi setiap kedatangan dari luar negeri khusunya dari Cina. Salah satu langkah konkrit pemerintah pada minggu lalu telah mengevakuasi sebanyak 243 WNI yang berada di Propinsi Hubei, Tiongkok. Saat ini 243 WNI tersebut sedang menjalani masa observasi di Pulau Natuna (Kepulauan Riau) selama 14 hari sesuai standar WHO sebelum mereka dinyatakan bebas dari virus korona dan diijinkan berkumpul bersama keluarga mereka.

Menurut Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi ST.MM, adanya Issu pasien terjangkit virus corona masih akan melalui berbagai tahapan prosedur pemeriksaan penelitian pengembangan kesehatan di Semarang, Jawa Tengah.

Untuk itu Jumadi minta agar masyarakat Kota Tegal tenang tetap beraktivitas sebagaimana biasanya.

Pada kesempatan itu Muhamad Jumadi mengapresiasi kerja keras semua pihak yang telah terlibat dalam pencegahaan meluasnya virus korona dan mengajak masyarakat agar bersama sama menciptakan suasana kondusif, dan meminta awak media untuk bekerjasama untuk memberikan informasi jika mengetahui ada gejala atau menemukan masyarakat yang terindikasi serangan virus korona.

Pada keterangannya pihak RSUD Kota Tegal yang disampaikan dr.Renny A, ada empat langkah/tindakan bagi pasien terkait suspect virus korona. Pertama, Pasien dalam pemantauan (tata laksana adalah rawat jalan dengan di observasi oleh fasilitas kesehatan terdekat). Kedua, Pasien dalam Pengawasan (sudah harus masuk ke RS). Ketiga, Pasien dengan suspect virus corona, dan keempat, Pasien yang sudah positif terinfeksi Corona Virus.

Dalam paparannya terkait pasien yang terindikasi suspect virus korona, dr Renny mengatakan hal itutidak akan terjadi bila pasien selama 14 hari lalu tidak pernah melakukan perjalanan ke negara Cina atau Tiongkok, tidak ada kontak dengan penderita yang terinveksi Coronavirus, serta pasien tidak ada riwayat memakan hewan yang terinveksi virus dan tidak dalam suspect corona. (fw)