Garda NTT Kembali Mendesak Mabes Polri, Segera Tuntaskan Kasus Kematian Anselmus Wora.

Jakarta, Kasus kematian Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ende, Flores, NTT, Anselmus Wora pada tanggal 31 Oktober 2019 di Pulau Ende, kembali disorot diaspora NTT yang dimotori Garda NTT. Kali ini mereka melakukan aksi ke Mabes Polri, Jl. Trunojoyo Kebayoran, Jaksel (12/02/2020).

Garda NTT menilai hingga kini penanganan kasus ini seperti jalan di tempat tanpa kemajuan, pada hal Kepolisian Daerah NTT telah melakukan pemerikasaan pada sejumlah saksi. Kematian ASN Anselmus Wora yang diduga kuat akibat dibunuh dengan keji hingga saat ini belum menunjukkan titik terang sehingga pemuda NTT diaspora yang tergabung dalam Garda NTT harus turun berdemo untuk meminta atensi dari Kepala Kepolisian RI untuk mengambil alih kasusu ini agar menjadi terang dan jelas.

“Karena lamanya proses pengungkapan, Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) melayangkan mosi tidak percaya kepada Polres Ende dan Polda NTT sebab kematian misterius ini mestinya sangat mudah diungkap namun nampaknya dipersulit. Kami menduga ada (Hidden Hand) tangan-tangan terselubung yang turut mengintervensi kasus ini”, tegas Marlin Bato Sekjen Garda NTT.

Inilah wajah hukum di Nusa Tenggara Timur yang masih jauh dari harapan dan bahkan ironis. Hukum di daerah kadang tajam ke bawah dan tumpul ke atas, timpal Marlin.

Dalam aksi kali ini kami tetap meminta agar Kapolri untuk dapat mengambil alih kasus ini dan mencopot Kapolres Ende, AKBP Achmad Muzayin dan Kapolda NTT Irjen Pol H Hamidin dari jabatan, tegas Yons Ebiet Ketua Umum Garda NTT.

Jika dimungkinkan kami minta agar Mabes Polri dapat mengundang dokter forensik dari Bali yang melakukan otopsi terhadap jasad Ansel untuk segera mengumumkan hasil otopsi sebab domain hasil otopsi merupakan wewenang dokter forensik, karena lambatnya pengungkapan perkara kematian Anselmus Wora membuat masyarakat bertanya-tanya, bahkan menduga ada apa dengan Kepolisian di daerah, lanjut yons Ebiet.

Garda NTT dan sejumlah organisasi pemuda dan diaspora NTT mendesak Polda Nusa Tenggara Timur segera menaikan tingkatan penanganan perkara demi memberikan azas kepastian hukum di daerah. (fw)