Belum Lakukan Pelatnas, Atlit Panahan Tetap Berlatih di Daerah.

Menjelang Olimpiade Tokyo Juli 2020 sejumlah cabang olah raga telah mulai melakukan persiapan seleksi nasional hingga melakukan pemusatan latihan nasional (pelatnas). Namun dibalik persiapan tersebut ada kekuatiran akan wabah Covid-19 atau Virus Corona yang telah memasuki negeri Matahari Terbit. Kekuatiran tersebut menyangkut jadwal penyelenggara, apakah sesuai jadwal atau ada penunundaan. Kementrian Kesehatan, Pekerja dan Kesejahteraan Jepang melaporkan 221 kasus virus corona telah terdeteksi di Jepang dan tercatat 6 orang meninggal dunia akibat Covid-10.

Kekuatiran sejumlah pihak cukup beralasan karena menyangkut persiapan atlit dan uji coba venue. Namun dari informasi yang kami peroleh International Olimpic Commettee (IOC) tetap akan menyelenggarakan pesta olah raga terbesar di dunia ini sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Seperti dilansir dari laman resmi IOC, Dewan Eksekutif Komite Olimpiade (IOC) hari ini menyatakan komitmen penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 yang berlangsung 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.

Panahan sebagai salah satu cabang olah raga prioritas yang diharapkan dapat menyumbang medali bagi kontingen Indonesia pasca Munaslub terus berbenah untuk mempersiapkan pelatih dan atlit untuk mengikuti seleksi nasional yang rencannya akan dilaksanakan Maret 2020.

Sambil menunggu terbentuknya timnas panahan Indonesia sejumlah atlit peraih medali emas Sea Games terus berlatih sesuai arahan Pengprov Perpani di wilayahnya. Pelatih Panahan DI Yogjakarta Budi Widayanto terus mengasah ketajaman atlitnya agar lebih siap mengikuti seleknas kelak. Hendra Purnama dan sejumlah atlit panahan DI Yogjakarta terus berlatih di bawah bimbingan coach Budi Widiyanto.

Pada Olimpiade Tokyo, tim panahan Indonesia telah mengantongi 2 tiket masing-masing untuk nomor recurve putra dan puri setelah mereka tampil di kejuaraan dunia di Belanda pada Juli 2019. Saat ini baru dua slot entry by number, sedangkan seleknas akan menentukan entry by name. PB Perpani akan melakukan seleksi di pelatnas untuk menentukan siapa saja yang akan diberangkatkan ke Negeri Sakura. Peluang Indonesia masih bisa menambah satu tiket di nomr beregu recurve. Untuk mendapatkan tiket tersebut timnas Indonesia harus tampil di kejuaraan dunia di Berlin, Jerman pada Juni mendatang.

Untuk Olimpiade Indonesia berharap bisa tampil di semua nomor, yaitu beregu putra dan putri, perorangan putra-putri, dan beregu campuran. Untuk itu ada kemungkinan Perpani mengirimkan delapan orang atlit yang berangkat, empat putri dan empat putra. Dari 4 atlit tersebut satu orang merupakan cadangan, hal ini untuk mengatisipasi jika ada salah satu dr tiga orang berhalangan.

PB Perpani merencanakan akan manggil 16 atlit putra dan putri untuk mengikuti seleksi pelatnas, dari 16 akan dikerucutkan menjadi 8 atlit terdiri dari 4 putra dan 4 putri. Sejumlah atlit peraih medali emas yang kemungkinan akan dipanggil mengikuti seleksi, Rio Ega Salsabila, Hendra Purnama, Arif Pangestu, Prima Wardhana, Dianada Choirunisa, Titik Kusumawardani, Linda Lestari, selebihnya akan dipanggil beberapa atlit daerah yang kini lagi mempersiapkan diri menuju PON Papua. (fw)