Mahasiswa UCB Berakhir Pekan dengan Debat Bahasa Inggris

Ada saja kegiatan bermanfaat yang bisa dioptimalkan di akhir pekan seperti yang dilakukan sebagian mahasiswa Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang. Mereka yang tergabung dalam UCB English Debating Club tiada hentinya berlatih debat dalam bahasa Inggris.

“Bagi kami, hari Sabtu dengan hari lainnya itu sama saja, yaitu hari kerja atau hari belajar. Jadi, kami pakai untuk tingkatkan kemampuan bahasa Inggris melalui latihan debat,” kata Ofris Liunokas, salah seorang mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris kepada wartawan di UCB, Sabtu (14/3/2020).

Menurut Liunokas, hari Sabtu merupakan hari yang paling pas untuk terus mengasah kemampuan diri dan merupakan hari yang paling efektif untuk membaca kembali materi-materi yang sudah didapat pada hari-hari sebelumnya.

“Hari Senin sampai hari Jumat, kita kuliah padat. Mau belajar ulang materi yang didapat di kelas agak susah, apalagi berkumpul dengan teman-teman untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Jadi, kita gunakan hari Sabtu untuk terus lengkapi kemampuan bahasa Inggris lewat debat,” tuturnya.

Senada dengan Liunokas, Melka Henukh juga mengatakan kegiatan belajar tidak boleh selesai di dalam kelas, tapi harus juga terus berlangsung di luar kelas.

” Latihan debat membuat saya mendapat pengetahuan baru karena topik yang dibahas tidak melulu soal bahasa Inggris, tapi bidang lain yang dibahas dalam bahasa Inggris. Misalnya, pertemuan kali ini, kita bahas masalah virus corona,” ucapnya.

Tidak hanya mahasiswa Prodi Bahasa Inggris yang terlibat di dalam praktik debat, tapi juga mahasiswa dari prodi lain. Adrian Atok, mahasiswa Prodi Informatika, mengatakan ia mengikuti kegiatan debat itu guna meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

“Saya memang hobi bahasa Inggris, sehingga ketika diundang Prodi Bahasa Inggris untuk bergabung dengan UCB English Debating Club, ya saya langsung bergabung. Banyak hal yang bisa didapat dalam debat, selain bahasa Inggris itu sendiri, kita bisa juga perluas wawasan dalam berbagai topik,” ujarnya.

Sementara itu, Darius Namah, pencetus dan pengampu UCB English Debating Club, menyebut praktik debat bahasa Inggris sudah mulai dilakukan setahun lalu.

“Kelompok debat bahasa Inggris ini kita bentuk supaya terus melatih kemampuan para mahasiswa. Mereka punya potensi hanya memang harus terus digali dan dikembangkan dalam praktik, seperti berbicara dalam bahasa Inggris,” ungkapnya.

Dikatakannya, debat tidak hanya menguntungkan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tapi juga menambah wawasan mereka tentang pengetahuan umum apa saja. (Vic)