Gerak Cepat Illiza Menatap Olimpiade Tokyo.

Jakarta – Bunda begitulah legislator asal Tanah Rencong ini disapa para koleganya di Perpaani. Pagi itu rabu 19 Maret 2020 adalah hari pertama mantan Walikota Banda Aceh ini memimpin rapat sebagai Ketua Umum Persatuan Panahan Indonesia pasca terpilihnya pada Munaslub 28 februari 2020.
“Terima kasih bapak/ibu sudah meluangkan waktunya pada rapat perdana Pengurus Harian PB Perpani. Agenda kita kedepan cukup padat karena di depan kita ada Olimpiade Tokyo 2020”, tutur Illiza Sa’aduddin Djamal,SE mengawali rapat terbatas di Sekretariat PB Perpani.

Pengalamannya di bidang eksekutif maupun legislatif terlihat saat dia mendrive para pengurus dalam menyampaikan visi dan program aksi yang akan dilaksanakan dalam waktu dua tahun selama kepemimpinanya di salah satu cabang olah raga prioritas di Olimpiade 2020.

Dalam waktu singkat Illiza telah mempelajari anatomi Perpani sehingga langka taktis yang akan dia ambil dalam menyusun keterlambatan PB Perpani dalam mempersiapkan diiri menyongsong Olimpiade langsung pada aksi bukan tatanan wacana. Targetnya jelas, ingin kembalikan kejayaan Panahan Indonesia seperti era 1998.
Langkah pertama yang dilakukan Bunda Illiza adalah menyelesaikan proposal dan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Kementrian Pemuda dan Olah Raga karena menyangkut anggaran untuk mempersiapkan pemusatan latihan (Pelatnas) bagi atlit Olimpiade. Kedua pemilihan pelatih yang akan menangani tim pelatnas dan terakhir seleksi nasional bagi atlit pelapis (Pelatnas berkesinambungan).

Berbicara mengenai persiapan tim nasional menuju olimpiade menurut pandangan Pensehat Perpani Provinsi Aceh, kendala yang utama adalah virus corona (covid 19) yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia. Untuk itu Illiza telah memberikan kebebasan bagi atlit yang akan dipersiapkan ke Olimpiade untuk berlatih di daerahnya masing-masing sambil menunggu arahan Kemenpora dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Kendala kedua adalah penentuan siapa yang layak menahkodai Timnas Olimpiade. Untuk itu PB Perpani akan melakukan seleksi bagi pelatih yang dianggap mumpuni secara fair dan transparan.

Untuk menghilangkan adanya ego pelatih, PB Perpani akan melakukan seleksi nasional pelatih dan atlet Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 yang akan digelar di Lapangan Panahan Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, 25-30 Maret 2020 mendatang.
Pelatih yang akan mendampingi tim Olimpiade terdiri dari 2 orang dan 1 assisten pelatih. Kontribusi atlit dalam Olimpiade akan menjadi acuan PB Perpani dalam menentukan 2 pelatih dan 1 assisten pelatih. Dengan demikian jatah 2 pelatih akan jadi milik Jawa Timur dan DI Yogjakarta yang menyumbangkan atlit terbanyak sedangkan Banten dan Kalimantan Tengah akan memperebutkan jatah assiten pelatih.
Permintaan PB Perpani agar Jatim, DIY, Banten dan Kalteng mengirimkan nama pelatih yang akan diikut dalam seleksi, rupanya sedikit terkendala dengan Jawa Timur. Menurut Ketua Pengprov Jawa Timur Denny Trijanto, ada permintaan dari kedua atlit Jawa Timur Rio Ega dan Diananda Choirunnisa agar dirinya ditunjuk sebagai salah satu pelatih nasional di Olimpiade 2020. Pembicaraan Ketua Umum dan Ketua Pengprov Jawa Timur mendapat berbagai tanggapan dari pengurus yang hadir saat itu. Harusnya sebagai Ketua Pengprov, Denny merekomendasikan pelatih selain dirinya.
Ini persoalan besar yang saat ini dihadapi PB Perpani. Yakni, adanya ego pelatih yang selalu mewarnai setiap pelatnas dalam menghadapi multi event. Panahan harus menjadi olah raga masyarakat bukan milik sekelompok orang. Illiza sebagai nahkoda Perpani harus mampu menghapus sekat yang selama ini sudah menjadi tardisi.
Merangkap jabatan dalam satu organisasi ini menandakan mandeknya proses kaderisasi dalam tubuh organisasi tersebut. ini pekerjaan rumah bagi bidang organisasi. Dengan hadirnya pengurus baru ini diharapkan penataan organisasi bisa lebih baik kedepan.
“Urusan pelatnas sudah ada yang membidangi, bidang organisasi saat ini tengah merapatkan barisan, melakukan konsolidasi organisasi, banyak peraturan organisasi dan keputusan yang menyangkut tertibnya roda organisasi ke depan”, lanjut Sonny Gatot Haryanto Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi.
Dalam seleksi nanti PB Perpani tidak sendirian, kami akan melibatkan akademisi dalam hal ini Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk menentukan siapa yang layak dengan skor tertinggi, jelas Dr.Alman Hudri Wakil Ketua Umum yang membidangi pembinaan dan prestasi (Binpres).
“Saya optimistis bisa menyelesaikan berbagai kendala dalam mempersiapkan Tim Pelatnas Panahan Indonesia menuju Olimpiade 2020 Tokyo. Mudah-mudahan kita bisa memaksimalkan prestasi pemanah Indonesia sehingga bisa memenuhi target yang diinginkan. Kita berusaha mengembalikan era kejayaan Panahan 22 tahun lalu di Olimpiade Seoul, Korea Selatan,” kata Illiza di Sekretariat PB Perpani Jumat (20/3/2020).
Mengenai persiapan Tim Pelatnas Panahan Indonesia untuk Olimpiade Tokyo 2020, Illiza mengaku waktunya memang tertunda karena dirinya baru saja terpilih menjadi Ketua Umum PB Perpani 28 Februari lalu mengantikan posisi Kelik Wirawan Widodo.
“Kita baru bisa bergerak setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari KONI Pusat, 15 Maret 2020. Dalam rapat pengurus 17 Maret 2020 lalu, kita sudah menetapkan program dan jadwal pelatnas Tim Panahan Olimpiade dimulai 1 April 2020,” ungkapnya.
Meski sudah tersusun program pelatnas menuju Olimpiade Tokyo, lanjut Illiza, tak semuanya bisa dijalankan terkait adanya wabah Covid 19 melanda Indonesia bahkan dunia. Untuk itu pihaknya masih menunggu arahan pihak terkait apakah boleh kita lakukan seleknas dan training center di Jakarta dengan menghadirkan atlit dari daerah. Kita tahu bersama untuk mengantisipasi penyebaran virus corona pemerintah menganjurkan agar menghindari pertemuan yang melibatkan sejumlah orang (social distancing).
“Dua program pelatnas Olimpiade terpaksa dibatalkan yakni event di Thailand dan Shanghai, karena adanya Covid 19. Rencana kedepan kita akan lakukan TC di Korea Selatan namun karena situasi yang belum pasti untuk sementara kita laksanakan pelatnas di Jakarta saja,” tegas Illiza.
Di Olimpiade Tokyo 2020, PB Perpani sudah meraih dua tiket melalui Riau Ega Agatha dan Dianda Coirunissa untuk nomor recurve perorangan putra dan putri. Mereka dipastikan lolos berdasarkan hasil yang diraih pada Asian Games Jakarta 2018. Riau Ega meraih perunggu dan Dianda meraih perak.
Untuk menambah tiga tiket ke Tokyo, PB Perpani juga telah mempersiapkan delapan atlet untuk diterjunkan pada Kejuaraan Dunia Panahan di Berlin, Jerman, 21-28 Juni 2020. Mereka ditugaskan untuk merebut nomor recurve beregu putra, putri dan campuran.
“Saat ini, mereka memang menjalani latihan di daerah masing-masing. Mulai 1 April nanti, mereka sudah masuk pelatnas di Jakarta untuk dipersiapkan merebut tiga tiket pada Kejuaraan Dunia Panahan di Jerman. Kita berharap mereka bisa masuk dalam tiga besar untuk memastikan tiket tersebut,” tegas kader PPP Illiza.
Selain menjalani latihan di Jakarta, kata Alman Hudri, Wakil Ketua Umum PB Perpani, Tim Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 direncanakan akan menjalani Trainning Camp (TC) di Belanda, Mei hingga Juni 2020.
“Kalau tidak ada halangan TC Tim Pelatnas Olimpiade akan dilakukan di Belanda. Dan, kita berharap mereka bisa meningkatkan prestasinya agar keinginan untuk mendapatkan tiga tiket lagi bisa terwujud,” ujar Alman Hudri.
Sementara daftar nama atlet Pelatnas Olimpiade Tokyo 2020 adalah Riau Ega Agta (Jawa Timur), Hendra Purnama (DI Yogyakarta), Ryan Rafi Adiputro (Banten), Arif Dwi Pangestu (DI Yogyakarta), Titik Kusumawardani (DI Yogyakarta), Diananda Choirunnisa (Jawa Timur), Linda Lestari (Kalimantan Tengah). (fw)