Polres Malaka Gelar Operasi Patuh Secara Marathon Hingga 5 Agustus

Jajaran Kepolisian Resort Malaka melalui Satlantas Polres Malaka
menggelar Operasi Patuh secara marathon melibatkan seluruh komponen selama dua minggu kedepan.

Operasi Patuh itu sudah digelar sejak tanggal 23 Juli sampai dengan tanggal 5 Agustus 2020.

Melalui Operasi Patuh itu diharapkan masyarakat Kabupaten Malaka tertib berlalulintas dengan mematuhi semua peraturan dalam berlalulintas.

Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Malaka, AKP Ngakan Putu Artha kepada wartawan di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka, Rabu (29/7-2020).

” Kita sudah lakukan Operasi Patuh sejak tanggal 23 Juli – 5.Agustus yang merupakan operasi rutin kepolisian yang melibatkan semua pihak”

“Sesuai perintah Kapolres Malaka akan dilakukan selama dua minggu mulai pagi hari, siang dan malam hari kecuali hari Minggu. Tetapi bila ada pengendara yang melanggar didepan petugas tetap ditilang walau hari Minggu”.

“Sasaran kita semua kendaraan pengguna jalan raya dan penekanan dalam tilang ini adalah penggunaan helm bagi pengemudi muka dan belakang serta kelengkapan kendaraan seperti lampu riting, spion, lampu, knal pot dan lainnya”.

“Kalau sudah tilang begini artinya saat kendaraan saat dikeluarkan sudah harus lengkap baru dikeluarkan”.

“Sasaran berikutnya pengendara dibawah umur baik untuk siswa SMP dan SMA yang belum cukup umur dan belum memiliki SIM tidak boleh kemudikan kendaraan.Kalau masih ada kita tilang”.

“Karena operasi patuh itu termasuk operasi besar maka seluruh komponen dilibatkan baik dari jajaran Polri dan TNI dan UPT Penda, Pol PP dan Perhubungan.”

” Di Pos Batas juga ditempatkan personil untuk melakukan operasi ”

“Disiplin berlalulintas di Malaka masih jauh dari harapan karena mungkin masih daerah baru sehingga perlu disosialisasikan secara terus menerus”.

” Kita libatkan UPT Dispenda supaya mengurusi pembayaran pajak”

“Kita himbau kepada seluruh rakyat Kabupaten Malaka supaya disiplin berlalulintas karena muara dari semuanya itu untuk keselamatan diri sendiri dan ditunggu keluarga di rumah”.

“Saat mengendarai kendaraan dilarang miras supaya tidak celaka.
Budaya kita adalah tertib berlalulintas. Orang akan lihat kemajuan satu daerah dari ketertiban berlalulintas di jalan raya”. (boni)