TIM SAR Kupang dan Tagana Malaka Terus Lakukan Pencarian Korban Yasintus Nahak Bria di Laut Selatan Timor

Tim SAR Kupang dan Tim Tagana Kabupaten Malaka terus melakukan pencarian terhadap Yasintus Nahak Bria, korban nelayan yang hilang di Pantai Selatan Laut Timor di Kabupaten Malaka – Provinsi NTT yang terjadi hari Minggu pagi lalu.

Tim terus berupaya melakukan pencarian korban di Lokasi Soruntolu – Wedori.

Hal itu disampaikan Koordinator Tim SAR Kupang, Yohanes Lake Watun kepada Wartawan di Desa Rabasa – Kecamatan Malaka Barat- Provinsi NTT, Rabu ( 29/7-2020).

Dikatakannya, kemarin Hari Selasa sekitar jam 11 00 WITA pihaknya
diperintah Kakansar Kupang untuk segera merespon permintaan masyarakat di Malaka terkait kehilangan warga saat melaut.

” Kami tiba di Malaka dan langsung melalukan pencarian pada pukul 16.00 WITA hingga Pukul 17.30.WITA dan belum membuahkan hasil”.

” Tadi malam kami berkoordinasi dengan pimpinan di Kupang diarahkan untuk melanjutkan pencarian pukul 5.30 WITA pagi ini”
” Setibanya di lokasi pencarian tinggi ombak disana kurang lebih 1.5 meter dimana ombaknya berurutan sehingga tim memutuskan untuk menanti redanya ombak”.

“Sekitar pukul 8.00 Wita pagi tadi kami lakukan pencarian hingga pukul 11.30 WITA untuk pengisian BBM dan Isoma” .

” Situasi dibalik ombak kami belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban yang hilang”.

“Kami rencanakan terus lakukan pencarian di lapangan hingga pukul 17.30 hari ini”.

” Kami tetap bekerja sama dengan tim Tagana Malaka serta Kepala Desa Rabasa dan masyarakat sekitar pantai untuk melakukan pencarian . Kepala Desa dan aparat desa Rabasa bersama masyarakat sangat responsif dan sangat membantu dalam proses pencarian ini”

Pj Kades Rabasa, Agustinus Nahak secara terpisah kepada wartawan mengatakan sangat mengapresiasi kinerja tim SAR Kupang bersama,Tim Tagana Kabupaten Malaka di lapangan dalam melakukan pencarian korban, Yasintus Nahak Bria (Eric) .

Dijelaskannya, kejadian terkait hilangnya kedua korban saat melaut di Pantai Selatan Timor itu berawal dari pencarian ikan di laut pada hari Minggu dini hari.

” Pada Hari Minggu dini hari sekitar jam 4.00 Pagi kedua korban bersama 6 perahu lainnya melaut . Peristiwa tenggelamnnya korban terjadi sekitar Jam 6.00 Pagi saat ketujuh perahu itu akan kembali ke darat”.

” Ke 7 perahu yang melaut itu
2 perahu menggunakan mesin ketinting dan 5 perahu lainnya perahu dayung yang dikemudikan secara manual termasuk perahu kedua korban dikemudikan secara manual”

” Kejadiannya, saat mau kembali ke darat Hari Minggu Pagi sekitar jam 6 lewat perahu korban dilihat teman-temannya diterpa ombak”.

” Saat itu juga korban Yasintus langsung menghilang dan teman seperahunya Servasius Seran terlihat masih melekat dengan pukat dan perahu” .

” Menurut cerita teman yang bersama korban melaut bahwa
Servasius terlepas dari perahu ketika tali penghubung antara pukat dan perahu terputus”.

” Korban Servasius ditemukan tim pencarian di lokasi Soruntolu hari Senin Pukul 14.30 WITA dan sudah dikebumikan Selasa di daerah Pantai Koras Ai”

” Sementara itu hingga berita ini diturunkan Korban Yasintus masih dalam proses pencarian Tim SAR Kupang dan Tim Tagana Kabupaten Malaka dibantu warga setempat” (boni)