Polres Malaka Minta Kerja Sama Yang Lebih Intensif Dengan RDTL Terkait Penanganan Permasalahan di Perbatasan Negara

Polres Malaka di Provinsi Nusa Tenggara Timur meminta kepada Pemerintah RDTL dan Pihak Kepolisian di Negara Tiles untuk membangun kerja sama yang lebih intensif terkait beberapa persoalan penting yang harus mendapatkan penanganan di wilayah perbatasan negara.

Beberapa agenda yang perlu mendapatkan perhatian bersama yakni keluar masuknya hewan ke kedua negara untuk urusan adat, penanganan pelintas batas ilegal, penanganan hewan piaraaan yang melintas di dua negara, pencurian sepeda motor/urusan kriminal.

Hal itu disampaikan Kapolres Malaka, AKBP Albertus Neno disela acara kunjungan Duta Besar RDTL untuk Indonesia, Alberto Xavier Pareira Carlos di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka – Provinsi NTT,  Kamis (6/8-2020).

Dikatakannya, beberapa persoalan yang sering dihadapi di perbatasan negara perlu mendapatkan perhatian Pemerintah dan Aparat Kepolisian dua Negara RI-RDTL .

” Keluar masuknya hewan dari NTT dan Tiles atau sebaliknya untuk urusan adat perlu mendapatkan perhatian sehingga tidak terjadi persoalan”.

” Secara genealogis memang warga Timor Barat di Malaka dan Timor Leste merupakan satu rumpun keluarga yang tidak bisa dipisahkan dari aspek adat dan budaya”

” Sesuai tradisi adat dan budaya,ketika saling mengunjungi untuk urusan adat atau kegiatan yang berkaitan dengan budaya dimana kalau datang kosong tidak bawa apa-apa itu biasanya orang malu. Dan khusus untuk rumah adat orang harus bawa sendiri hewan sembelihannya dan tidak boleh dibeli saat tiba di acara karena pemali ”

” Jadi khususnya untuk hal ini perlu ada kerja sama yang lebih intensif supaya tidak boleh ada persoalan saat melintas di batas ”

” Ini satu persoalan sehingga harus dikomunikasikan dengan baik antara pejabat dua negara di perbatasan ”

” Kedua, terkait penanganan pelintas batas tanpa dilengkapi dokumen resmi perlu diberi penjelasan sebagai berikut.
Saya baru jabat Kapolres Malaka sejak 18 Desember 2020.
Dalam rentan waktu itu ada warga dari Eropa yang mau berangkat ke Australia dengan cara berenang tetapi tidak mencapai tujuan dan
diselamatkan nelayan Malaka. Setelah ditelusuri ternyata warga Eropa itu tidak memiliki dokumen dan menurut pengakuan yang bersangkutan dokumennya terhanyut saat berenang di laut.
Kami urus orang itu dengan baik dan dikembalikan sesuai aturan keimigrasian”

“Ketiga, ketika terjadi persoalan saat lockdown dari Pemerintah Tiles dan RI karena Pandemi Covid 19 sekitar empat kali kita kembalikan warga Timor Leste yang masuk ke Indonesia di wilayah Kabupaten Malaka karena tidak dilengkapi dokumen resmi”

” Saat pelaksanaan di lapangan kami tidak langsung lepas dan pulangkan saudara-saudara dari Timor Leste itu tetapi kami amankan di Kepolisian untuk diambil keterangan sekaligus sesuai protap pelintas ilegal itu perlu diperiksa kesehatannya oleh tim medis untuk memastikan bebas Covid 19 ”

” Setelah pemeriksaan kesehatan dan dipastikan tidak terinveksi virus baru dikoordinasikan dengan pihak keimigrasian untuk selanjutnya dikembalikan ke daerah asalnya di Tiles”

” Selama berada di Polres Malaka kita urus mereka dengan baik termasuk memberi makan dan tempat istrahat hingga semua urusan beres”

“Keempat, perlu adanya kerja sama yang lebih intensif antar kepolisian dua negara terkait berbagai kasus kriminal seperti pencurian motor selanjutnya diselundupkan lewat jalan tikus’

” Belum lama ini kita tangani kasus pencurian sepeda motor di Malaka dan diselundupkan lewat jalan tikus dan masuk ke Timor Leste di distrik Suai sehingga kita dari Polres Malaka mengalami kesulitan untuk menindaklanjuti masalah itu”

” Dari kasus diatas diharapkan kedepannya perlu ada kerja sama pihak kepolisian dua negara untuk mendapatkan akses komunikasi guna mengatasi masalah yang berhubungan dengan kriminal yang merugikan masyarakat di perbatasan”

” Kelima, Persoalan hewan piaraan masyarakat yang sering menyeberang lintas negara melalui perbatasan darat di Laktutus – Indonesia x supaya dibahas dan mendapatkan penanganan secara baik oleh kedua negara sehingga terjadi situasi yang kondusif di Perbatasan” (boni)