SBS Sebut Ada Dua Mimpi Besar Membangun Rai Malaka…. Baca Disini!!!!

Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran menyebutkan ada dua mimpi besar membangun Malaka sejak dirinya mencalonkan diri sebagai BupatI Malaka tahun 2015 silam.

Bersama almarhum Bapak Daniel.Asa (.DA) dirinya memiliki dua mimpi besar yang akan diwujudkan jika Diberkati Tuhan dan Direstui Leluhur serta mendapatkan dukungan rakyat yakni agar tetap diingat anak cucu dan bila kerja dengan baik saat meninggal dunia bisa masuk surga.

Hal itu disampaikan Calon Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dihadapan enam Partai Pengusung dan tim kerja Paslon SBS-WT dalam rapat koordinasi hari kedua di Rumah Adat Laetua – Haitimuk – Malaka – Provinsi NTT, Selasa (2/9-2020) malam.

Dikatakannya, ada dua mimpi besar yang mau diwujudkan pada masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Malaka Periode Pertama dan akan dilanjutkan pada masa pemerintahan periode kedua jika dipercaya rakyat, diberkati Tuhan dan direstui leluhur.

” Mimpi pertama, saya kerja yang baik untuk rakyat supaya ketika sudah meninggal anak cucu tetap ingat . Seperti Ali Sadikin. Omong tentang DKI berarti orang tidak lupa dengan Ali Sadikin. Begitupun di Malaka ketika omong tentang Malaka orang selalu sebut SBS dan WT”

” Kedua, mimpi saya yang kedua, kalau saya bekerja dengan baik dan dengan hati yang tulus untuk rakyat supaya saat meninggal dunia bisa masuk surga”

Dijelaskannya untuk mewujudkan mimpi besarnya itu selama bekerja dalam masa kepemimpinan periode pertama selalu bekerja dengan mengusung berbagai program pro rakyat.

” Selama jadi Bupati saya tinggal di rumah orang tua dan tidak bangun rumah jabatan karena uangnya harus digunakan untuk kepentingan rakyat”

” Saya harus lakukan penghematan supaya uang yang ada bisa digunakan untuk membangun.
Caranya, setelah dilantik jadi Bupati Malaka saya tidak menggunakan mobil baru tetapi menggunakan
mobil bekas penjabat Bupati Malaka, Donatus Bere dan untuk Wakil Bupati gunakan mobil bekas peninggalan Bupati Malaka Perdana, Herman Nai Ulu”

” Ini hanya untuk Bupati/Wakil Bupati Malaka periode 1.
Tetapi untuk Pimpinan DPRD satu hari sebelum dilantik jadi Pimpinan DPRD mobil baru sudah disiapkan dan diberkati Pastor. Ibaratnya pake parfum, Pimpinan DPRD yang gunakan parfum tetapi harumnya ada di Bupati. Itu kebijakan yang dibuat. Pemimpin itu harus bekerja untuk orang lain”

” Kebijakan beri bantuan kepada lembaga agama dianggap salah . Itu karena selama hidup mereka tidak pernah lihat pemimpin yang berbuat seperti itu sehingga dianggab salah. Padahal uang APBD itu adalah uang rakyat yang digunakan untuk urus rakyat tetapi penggunaannya harus sesuai prosedur dan aturan” .

“Jadi bantuan mobil kepada lembaga agama itu hal biasa. Sama seperti sekolah swasta yang dibantu pemerintah dengan tenaga pengajar atau fasilitas pendidikan”

” Katedral Samarinda dibantu Pemprov Kaltim sebesar RP 60 Miliyard untuk pembangunannya ini menjadi contoh kecil untuk membuka pemikiran kita”

” Saya juga melakukan penghematan uang dengan tidak membangun rumah jabatan bupati/Wakil Bupati karena akan menguras banyak uang daerah”

” Saya memilih tinggal di rumah orang tua. Saya tidur di kamar yang dulu sebelum jadi bupati juga sudah tidur disana dan hal itu berlaku hingga saat ini”

” Malaka ini daerah yang subur sehingga kita harus buatkan kebun untuk rakyat. Semua tanah karena ketidak mampuan maka pemerintah membantu mengolah tanan rakyat. Sejak tahun 2016 hingga saat ini kita pacul kebun untuk rakyat sehingga rakyat berkelimpahan makanan”.

” Karena Malaka ini daerah banjir maka kita buat program supaya di Malaka tidak boleh ada banjir dengan cara mengerjakan tanggul dan penguatan tebing. Bila ada banjir maka harus segera ditangani”

” Kita juga harus perhatikan infrastruktur jalan dan jembatan, kesehatan, air bersih dan membangun SDM anak-anak Malaka” (boni)